Diakuisisi Grab, ini yang dikeluhkan para pegawai dan pengguna Uber

Diakuisisi Grab, ini yang dikeluhkan para pegawai dan pengguna Uber. Dengan bergabungnya Uber dan Grab, warganet pun penasaran dan khawatir mengenai masalah biaya. Akankah tetap sehat? Bagaimana dengan saldo akun Uber yang masih tersisa? Bisakah digunakan pada Grab?

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Diakuisisi Grab, ini yang dikeluhkan para pegawai dan pengguna Uber
Grab akuisisi Uber. ©2018 Merdeka.com

Beberapa waktu yang lalu, Grab secara resmi telah mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara. Perusahaan asal Amerika Serikat itu pun akan menyerahkan seluruh operasional dan asetnya di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Hal tersebut ternyata menyisakan banyak sekali buntut permasalahan. Termasuk nasib karyawan dan para pengguna yang masih memiliki saldo di akun Uber.

Seorang pegawai bernama Syahrizad mengaku bahwa perusahaan sebenarnya melakukan pemutusan hubungan kerja. Bahkan, para pegawai hanya diberikan waktu dua jam untuk meninggalkan kantor.

"Kami semua dihentikan. Saya pikir kepala agensi sudah meminta kami untuk mencari pekerjaan lain," tuturnya.

"Kalian sudah mendengar bahwa Grab membeli Uber. Tak masalah bagi sebagian orang. Namun, berefek bagi seluruh kantor saat menerima informasi untuk meninggalkan kantor dalam waktu 2 jam. Ya, seluruh kantor keluar dari gedung," kicaunya.

Salah seorang pengguna Uber mulai berkicau di Twitter. Wanita bernama Tiara Tsalsa Amaranggana itu menulis bahwa saldo di Uber kredit masih tersisa Rp200.000 dan bingung bagaimana kelanjutannya.

keluhan pengguna Uber ©2018 Twitter.com/@tiaratsalsa


Di sisi lain, ada beberapa hal juga yang dikhawatirkan oleh para pengguna Uber. Salah satunya adalah diskon. Ya, Uber dikenal sering memberikan diskon yang membantu para pelanggannya. Dengan kawinnya antara Grab dan Uber, membuat para pengguna bertanya apakah kehadiran diskon itu masih tetap ada?

Belum lagi masalah persaingan harga. Saat harga salah satu transportasi online sedang naik, maka pengguna tinggal mengecek aplikasi saingan untuk mendapat harga yang lebih pas.

Dengan bergabungnya Uber dan Grab, warganet pun penasaran dan khawatir mengenai masalah biaya. Akankah tetap sehat?

Rekomendasi