Evercoss akui baru 5 persen pangsa pasar yang digenggam

Evercoss akui baru 5 persen pangsa pasar yang digenggam. Pasar dengan harga itu pun masih didominasi oleh brand-brand global. Oleh sebab itu, Evercoss berambisi agar kelak mampu merebut dominasi brand-brand global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Evercoss akui baru 5 persen pangsa pasar yang digenggam
Evercoss. ©2015 techno.id

Marcomm Manager Indopasifik Grup, Suryadi Willim mengatakan saat ini telah terjadi tren pergeseran perilaku konsumen untuk memilih smartphone. Terutama soal harga. Menurutnya, harga smartphone Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 2 juta merupakan pasar yang gemuk. Sehingga, banyak produsen smartphone yang menyasar dengan rentang harga tersebut.

"Jadi dulu yang besar itu pasar Rp 1,5 juta ke bawah sekarang justru Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta ke atas," jelasnya kepada awak media usai acara peluncuran Evercoss U50A Max di Jakarta, Selasa (27/2).

Meski begitu, perusahaan yang dipimpinnya itu akan tetap fokus terhadap pasar di bawah Rp 1,5 juta. Pasar dengan harga itu pun masih didominasi oleh brand-brand global. Oleh sebab itu, ia berambisi agar kelak Evercoss mampu merebut dominasi brand-brand global.

Berdasarkan catatan data dari GfK, pasar smartphone dengan harga Rp 1,5 juta ke bawah memiliki 30 persen dari total pangsa pasar. Dari angka 30 persen itu, 10 persennya dikuasai brand-brand lokal. Ini artinya, 20 persen di segmentasi itu memang masih dikuasai merek global.

"Evercoss itu masih sekitar 5 persen dari ceruk pasar itu," terang dia.

Dia juga menargetkan, sepanjang tahun ini, Evercoss mampu melahap pangsa pasar sekitar 11 atau 12 persen. Strateginya adalah dengan menghadirkan produk-produk inovatif yang berasal dari perangkat premium. Nantinya, fitur-fitur yang ada di ponsel premium bisa diadopsikan ke perangkat yang menyasar segementasi bawah.

"Strateginya fokus ke produk dengan menghadirkan produk yang inovatif. Kemudian dihadirkan ke Evercoss dengan harga rakyat," jelas dia.

Rekomendasi