Samsung baru saja merilis Galaxy S8 dan S8+ di Indonesia. Tentu saja, mereka berharap agar produk anyarnya ini tak seperti pendahulunya Galaxy Note 7.
Sebagaimana diketahui, Note 7 ditarik dari pasar lantaran bermasalah di baterai. Namun beruntungnya, kejadian itu tak terjadi di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Samsung Electronics Indonesia mengumumkan pengembalian dana para konsumen Samsung Galaxy Note7 yang sudah melakukan pre-order di Indonesia pada 2 September 2016 silam karena penjualan Galaxy Note7 serentak dihentikan sementara demi keselamatan konsumen.
Vice President IT and Mobile Samsung Indonesia, So Djien Gie mengatakan, Galaxy Note 7 merupakan kejadian yang menjadikan pelajaran amat berharga bagi Samsung. Maka, ia memastikan Galaxy S8 tak bernasib sama seperti produk pendahulunya itu.
"Kita tentunya banyak sekali belajar dari pengalaman note 7. Nah, tentunya produk-produk kami baik dulu, sekarang dan masa depan akan memberikan prioritas keamanan yang lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah meningkatkan kualitas keamanan baterai itu sendiri," jelas dia kepada awak media usai acara peluncuran produk Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Jakarta, Selasa (2/5).
Keamanannya ini, kata dia, tak tebang pilih. Artinya, pihaknya memberlakukan sama untuk seluruh produk Samsung baik itu flagship atau yang bukan.
Sejauh ini, pengecekan smartphone yang dilakukannya itu merupakan jauh di atas standar yang dilakukan oleh industri.
"Tidak hanya yang flagship tapi seluruh unit smartphone kami selalu cek kembali. Ini standar yang jauh lebih ketat ya di industri ini. Ini salah satu yang kita lakukan," ungkap dia.