Banyak dari kita yang mengikuti perkembangan teknologi, namun tidak mengaplikasikannya. Seperti contohnya, OS terbaru dari Android, yakni Marshmallow.
Marshmallow, sebuah generasi terbaru dari sistem operasi Android, telah meluncur di pasaran selama 4 bulan. Namun keberadaan sistem operasi yang diambil dari nama kudapan manis tersebut, hanya ada di sangat sedikit perangkat.
Dilansir dari Cnet (04/02), sejak rilisnya di awal Oktober, Android 6.0 Marshmallow hanya ada di 1,2 persen perangkat Android. Data ini diperoleh dari statistik yang dibuat oleh Android Developer Dashboard, salah satu anak perusahaan Google.
Meski prosentasenya sangat kecil, perkembangan signifikan terjadi bulan lalu. Jumlah ini naik 0,7 persen dari total sebelumnya, di mana hanya setengah persen dari semua pengguna Android yang menggunakan Marshmallow.
Tingkat pemakaian yang rendah ini dikarenakan proses penyempurnaan yang memang membutuhkan waktu lama. Produsen smartphone tentunya harus menguji coba versi terbaru dari software ke semua perangkat sebelum software tersebut disediakan ke pengguna. Para pengguna pun akhirnya harus menunggu lama agar sistem operasi terbarunya dapat bekerja secara sempurna.
Selain itu, developer juga harus menemui tantangan untuk mendesain berbagai aplikasi bagi setiap versi Android yang berbeda secara terus menerus.
Selain itu, baru sedikit produsen smartphone yang menyediakan Marshmallow untuk perangkatnya jadi salah satu faktor. Salah satunya adalah Google Nexus 5X dan Nexus 6P, LG G4, dan beberapa model dari Galaxy S6 dan S6 Edge dari Samsung. Masih sedikitnya smartphone yang berisi berisi sistem operasi Marshmallow, membuat developer juga masih enggan untuk mengembangkan banyak aplikasi yang mendukung sistem operasi tersebut.