BPH Migas Kawal Percepatan Normalisasi Distribusi BBM Sumut, Antrean SPBU Berkurang

BPH Migas terus mengawal percepatan Normalisasi Distribusi BBM Sumut guna memastikan pasokan energi masyarakat terpenuhi, dengan antrean di SPBU yang kini mulai terurai dan stok aman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPH Migas Kawal Percepatan Normalisasi Distribusi BBM Sumut, Antrean SPBU Berkurang
BPH Migas terus mengawal percepatan Normalisasi Distribusi BBM Sumut guna memastikan pasokan energi masyarakat terpenuhi, dengan antrean di SPBU yang kini mulai terurai dan stok aman. (AntaraNews)

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) secara aktif mengawal percepatan normalisasi pasokan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal dan berkelanjutan. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa kondisi penyaluran BBM di Sumut kini menunjukkan perbaikan signifikan.

Stok BBM di wilayah tersebut dilaporkan dalam keadaan aman, menandakan upaya kolaboratif antara BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga membuahkan hasil. Kedua lembaga ini secara konsisten memperkuat distribusi dan pengawasan langsung di lapangan. Tujuannya adalah menjaga ketersediaan energi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan.

Berbagai langkah percepatan telah diimplementasikan, mulai dari penguatan armada mobil tangki hingga optimalisasi pasokan dari beberapa terminal bahan bakar (FT). Pemantauan langsung ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sebelumnya mengalami antrean panjang juga intensif dilakukan. Ini merupakan respons cepat terhadap dinamika kebutuhan energi lokal.

Langkah Strategis BPH Migas dan Pertamina Perkuat Pasokan

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga telah mengambil serangkaian tindakan strategis untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan armada dan jumlah awak mobil tangki hingga sekitar 35 persen. Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memastikan pengiriman BBM dapat dilakukan lebih cepat dan efisien ke berbagai titik distribusi.

Optimalisasi pasokan juga dilakukan melalui alih suplai dari beberapa Fuel Terminal (FT) seperti FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe, khususnya untuk memperkuat pasokan ke wilayah Medan. Wahyudi Anas menjelaskan bahwa pasokan terus diperkuat setelah dua kapal selesai memuat jenis BBM tertentu (JBT) berupa solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) yaitu Pertalite. Ini diharapkan dapat mengurai antrean di SPBU.

Selain itu, distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli terus dioptimalkan secara maksimal. Upaya ini berhasil meningkatkan suplai ke SPBU hingga mencapai 120 sampai 125 persen dari kondisi sebelumnya yang hanya 112 persen. Peningkatan suplai ini adalah langkah nyata untuk mengatasi permasalahan antrean yang menjadi perhatian masyarakat luas.

Pemantauan Lapangan dan Respons Positif Masyarakat

BPH Migas bersama Pertamina secara intensif melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Medan untuk memastikan kelancaran distribusi solar dan Pertalite. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi berjalan lancar dengan kondisi stok yang terus dijaga. Wahyudi Anas menegaskan bahwa semua stok terus diisi ulang hingga SPBU benar-benar penuh, siap melayani masyarakat.

Monitoring yang dilakukan pada Jumat (17/7/2026) sore menunjukkan bahwa antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan hampir seluruhnya mulai terurai secara signifikan. "Hanya ada 2-3 mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean," ujar Wahyudi Anas, menggambarkan kondisi yang jauh lebih baik. BPH Migas akan terus memantau situasi hingga pelayanan kembali normal sepenuhnya.

Dampak positif dari upaya normalisasi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Samsuri (60), seorang pengemudi ojek daring, mengaku antrean yang sempat terjadi kini telah berangsur normal dan sangat lancar. Senada, pengemudi truk Hasbi (23) menyatakan waktu tunggu pengisian BBM jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya, berterima kasih kepada pemerintah atas kelancaran ini.

Evaluasi Mendalam untuk Sistem Distribusi yang Lebih Baik

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara, mengindikasikan bahwa persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan kuota. "Realisasi ini masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," terangnya.

Fathul Nugroho menekankan bahwa evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh. Ini penting agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat dan efektif. Ia menambahkan bahwa kendala ini bersifat operasional distribusi yang harus segera diselesaikan untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga, Sunardi, melaporkan bahwa operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berjalan kondusif. Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari. Penyaluran masif ini bertujuan untuk memperkuat stok di tingkat SPBU, membantu mengurai antrean yang ada.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi