Begini dampak media digital saat dijadikan strategi beriklan

Hal ini mengubah total metode promosi perusahaan maupun pemerintah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Begini dampak media digital saat dijadikan strategi beriklan
ilustrasi internet. ©2015 Merdeka.com

Penetrasi internet dan smartphone menjadikan gaya hidup masyarakat mulai bergeser, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet Indonesia mencapai angka 88,1 juta pada tahun 2014. Sementara itu, saat ini jumlah pengguna handphone di Indonesia sebanyak 125 persen atau lebih dari jumlah penduduk Indonesia.

Nah, melihat pergeseran gaya hidup itu beberapa instansi baik perusahaan maupun pemerintah mengubah strategi beriklan mereka dari yang awalnya lebih banyak porsi untuk konvensional, sekarang mulai menempatkan prioritas beriklannya di ranah digital. Misalnya saja, OLX Indonesia yang berencana menggeser strategi beriklan mereka dari dominasi konvensional, menjadi digital atau sekitar 60 persen untuk digital, sisanya konvensional. Lantas, apa dampaknya?

Menurut Managing Director Platform Omnicom Media Group, Aswin Regawa ada beberapa dampak untuk alokasi budget tradisional menjadi digital. Pertama, digital umumnya akan meningkatkan interaksi konsumen dengan brand dan tentu saja bisa ditracking dan yang kedua adalah bila memanfaatkan digital sebagai salah satu marketing channel, sebaiknya dipastikan kesiapan brand khususnya di bagian retail dan solusi e-commerce.

"Yang jelas itu, intinya secara interaksi konsumen dengan brand biasanya akan meningkat, utamanya karena konsumen saat ini populasi digital 90jt (PC/smartphone)," ujarnya kepada Merdeka.com melalu pesan singkat, Senin (12/10).

Kendati begitu, kata dia, tidak serta merta media tradisional akan ditinggalkan begitu saja, harus ada kolaborasi antara digital dengan tradisional. Hal ini karena reach, dari TV masih sangat besar.

"Namun, tidak dapat dipisahkan dari tradisional, tetap perlu kolaborasi. Karena reach terbesar tetap melalui tv," katanya.

Rekomendasi