Sektor industri ritel ini sejak Kuartal I hingga Kuartal III 2015 (Q3) terus menunjukkan tren peningkatan belanja pada iklan TV nya. Hal itu berdasarkan dari data Adstensity, sebuah platform digital perhitungan iklan TV milik SIGI Kaca Pariwara.
Data Adstensity pada Kuartal I tahun ini mencatat belanja iklan industri ritel mencapai Rp 199,197 milliar. Di Kuartal II bertambah lagi menjadi Rp 574,897 milliar dan di Kuartal III menembus angka Rp 777,299 milliar.
Catatan Adstensity memperlihatkan bahwa pencapaian tertinggi belanja iklan sektor ritel terjadi pada bulan Juni (Q2) yakni Rp 426,235 milliar. Sebagaimana diketahui, pencapaian tertinggi ini bertepatan dengan momentum Ramadan.
Menariknya lagi, sektor sub ritel online berkontribusi sebesar 66 persen dari total belanja iklan sektor ritel (online dan offline) selama kuartal ketiga. Hal ini berarti bahwa ritel online mendominasi periklanan sektor ritel di televisi.
Bila ditelisik lebih dalam lagi, ada 10 ritel online yang berpengaruh cukup besar yakni, Tokopedia, OLX, Bukalapak, Blibli, Mataharimall, Lazada, Pasar Rakyat, Elevenia, dan Blanja.com.
Di antara kesepuluh itu, Tokopedia sepanjang Kuartal III tercatat melakukan belanja iklan sebesar 186,129 milliar. Di tempat kedua, adalah OLX dengan belanja iklan mencapai Rp 168,764 milliar. Posisi ketiga adalah Bukalapak dengan raihan belanja iklan menembus angka Rp 75.404 milliar.
Data Adstensity juga menunjukan bahwa pendatang baru di sektor ritel online, Mataharimall mampu menggebrak di kompetisi periklanan ritel online di televisi. Meski baru mulai aktif pada 10 September lalu, Mataharimall berhasil menembus posisi 5 besar sektor ritel online. Belanja iklan Mataharimall mencapai Rp 44,405 milliar.
Capaian belanja iklan Mataharimall ini menggeser pemain-pemain lama seperti Lazada dan Elevenia. Keduanya, dari catatan adstensity, membukukan belanja iklan sebesar Rp 31,638 milliar dan Rp 6,535 milliar.
Bisa disimpulkan, pertumbuhan industri ritel di periklanan televisi ini menjadi anomali tersendiri di tengah situasi perlambatan ekonomi yang sedang terjadi. Bahkan di tengah situasi tersebut, muncul produk-produk baru di sektor ritel online. Dengan melihat tren yang terjadi, ke depan, kemungkinan sektor industri ritel online ini akan terus bertumbuh.
Perlu diketahui bahwa angka di atas diperoleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan tvc di 13 stasiun tv nasioanl yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV,TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, KompasTV, Net TV, dan TVRI. Adstensity mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto.
Selain itu, penyebutan nama-nama produk di atas tidak dimaksudkan untuk tujuan komersial atau soft campaign, hanya sebagai dukungan informasi semata.