Apple beberapa jam lalu mengumumkan iPad jumbonya, yaitu iPad Pro. Tablet ini memang sangat canggih, sehingga bisa mengedit berbagai foto dengan menggunakan photoshop pada tablet tersebut. Pada acara tersebut, Apple juga memamerkan perangkat lunak editing gambar terbaru, yaitu Photoshop Fix.
Eric Snowden, selaku pihak pengembang Photoshop, saat itu langsung mendemokan perangkat lunak baru tersebut. Dia mengedit foto salah satu model perempuan karena menurutnya senyum model tersebut tidak terlihat senang. Dia menggunakan Photoshop Fix tersebut untuk membuat agar bibir model tersebut lebih tersenyum.
Namun ternyata, omongan Eric Snowden membuat banyak netizen di berbagai negara marah. Banyak komentar di Twitter, tanggapan dari peserta yang ada di acara tersebut, hingga masyarakat yang menonton acara mereka live streaming.
Hal tersebut dirasa bahwa cara mereka mengedit foto tersebut terkesan laki-laki yang memaksakan kehendak terhadap wanita. Terlihat bahwa senyum model tersebut dibuat agar menjadi lebih bahagia, padahal aslinya tidak seperti itu.
Melihat banyaknya kecaman dan komentar yang timbul akibat demo tersebut, Scott Benskey mencoba membela perusahaannya dan mengklarifikasi lewat Twitter.
"Demo photoshop tidak bermaksud offensive seperti itu," ujarnya.
Pernyataan Scott Benskey tersebut juga dibuktikan dengan banyaknya perusahaan besar yang tidak melihat gender dan keragaman setiap orang untuk mempekerjakan karyawannya. Apple sendiri telah mempekerjakan 65 persen lebih banyak jenis kelamin wanita dari pada tahun sebelumnya.
Pada semester pertama 2015, hampir setengah dari karyawan baru adalah para perempuan, orang Afrika-Amerika, maupun penduduk asli Amerika. Menurut Apple ini merupakan kelompok karyawan terbesar yang pernah dipekerjakan dari kelompok yang kurang terwakili dalam satu tahun, termasuk 11 ribu perempuan.
"Kami percaya semua orang setara, terlepas dari ras, usia, jenis kelamin, identitas gender, etis, agama, atau orientasi seksual. Ini berlaku diseluruh perusahaan kami di seluruh dunia, tanpa terkecuali" ujar Tim Cook, CEO Apple di sebuah situs.
Sumber: Dailymail