Indonesia di tahun ini menjadi tuan rumah acara bergengsi dan penting soal internet di kawasan Asia Pasifik, yakni APNIC 40 yang diadakan di Jakarta. Dalam pertemuan kali ini akan banyak dibahas seputar isu-isu besar di seluruh kawasan Asia Pasifik.
"Jadi APNIC ini kan acara profesional meeting. Nah, nantinya masing-masing perwakilan seluruh Asia Pasifik akan membagi dan membahas soal isu-isu yang menarik di kawasannya. Seperti halnya soal policy, domain, IP, dan lain sebagainya," ujar Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, kepada Merdeka.com di sela-sela acara APNIC 40, Jakarta, Selasa (8/9).
Indonesia sendiri, kata Jamal, akan membawa isu seputar IPv6. Isu IPv6 ini memang sedang menjadi pembahasan oleh para pegiat internet Indonesia bahkan dunia. Dibahasnya isu tersebut, lantaran IPv6 sudah saatnya menggantikan IPv4 yang hampir habis.
"Aturannya seperti apa dan regulasinya akan seperti apa. Nah, yang kemudian nanti merujuk ke soal perangkat. Karena selama ini masih belum banyak perangkat yang support di IPv6," katanya.
Jamal pun mencontohkan Jepang yang telah mengimplementasikan IPv6. Maklum, penetrasi internet di negeri sakura itu berbeda dengan Indonesia. Secara teori, semakin besar penetrasi internet, maka IP akan makin habis dan perangkat yang dibutuhkan banyak.
"Di Jepang, rata-rata sudah pakai, karena tergantung penetrasi internet seperti apa. Jika semakin banyak, perangkatnya makin banyak maka IP bakal habis," ujarnya.