Sekitar kemarin malam (10/08) sebuah gempa 6 skala Richter mengguncang Afganistan. Getaran pun bisa dirasakan hingga daerah India dan Pakistan.
Menurut data US Geological Survey, gempa itu diakibatkan oleh pergerakan lempeng pegunungan Hindukush. Selain itu, masih banyak penyebab gempa Bumi lainnya yang sudah berhasil diungkap oleh sains.
Ada gempa tektonik yang terjadi akibat pergeseran lempeng bumi, ada gempa bumi tubrukan (akibat meteor), gempa bumi runtuhan (biasnaya terjadi dalam gua), dan gempa bumi vulkanik (letusan gunung berapi). Bahkan, kini ada yang namanya gempa bumi buatan, misalnya akibat ledakan dinamit, bom dan lain-lain.
Namun, tahukah Anda bila sebelum ilmu pengetahuan mengungkap penyebab terjadinya gempa, banyak mitos bermunculan soal asal-sul gempa Bumi, mulai dari monster sampai hewan legenda. Dan salah satunya berasal dari Indonesia.
Advertisement
Bagi orang Jepang, gempa terjadi akibat gerakan kuat dari Namazu, atau yang dikenal sebagai lele raksasa.
Lele raksasa itu disegel oleh Kashima (dewa perang) di lapisan lumpur di bawah permukaan tanah, tepatnya disebuah batu. Apabila segel Kashima melemah, Namazu akan berontak dan mengakibatkan gempa dahsyat.
Advertisement
Berdasarkan mitologi dari suku asli Selandia Baru, Maori, Bumi ini bernama Papatuanuku. Papatuanuku sendiri dikatakan sedang mengandung seorang dewa bernama 'Ru'.
Gempa akan terjadi saat bayi dewa Ru dalam kandungan Papatuanuku bergerak, seperti menendang-nendang.
Advertisement
Ternyata, kisah jahat Loki tidak hanya ada di film The Avenger saja. Bagi bangsa Skandinavia yang memiliki legenda dewa Norse, gempa Bumi kerap mengguncang saat Loki membuat keonaran.
Dikatan jika Loki membunuh Balder, dewa kecantikan dan cahaya. Sebagai hukuman, Loki dikurung dalam sebuah gua dengan seekor ular beracun di atas kepalanya yang terus meneteskan racun.
Saat racun itu menetes di wajah Loki, dewa itu akan berontak dan menggetarkan Bumi.
Advertisement
Menurut legenda bangsa Rusia, Bumi ini terbaring di atas dewa anjing bernama Tuli. Dan sama seperti anjing lainnya, Tuli juga mempunyai kutu.
Ketika Tuli merasa gatal dan menggaruk kutu yang ada di tubuhnya itulah, Bumi akan bergetar.
Advertisement
Orang India kuno percaya bila Bumi diseimbangkan oleh beberapa hewan. Hewan-hewan itu adalah babi hutan dengan gadingnya, ular dengan tujuh kepala, sapi dengan tanduknya, dan 8 ekor gajah yang berdiri di atas tempurung kura-kura.
Nah, gempa akan terjadi apabila satu atau lebih hewan tadi berganti posisi.
Advertisement
Di legenda bangsa Rumania, Bumi bersandar di atas beberapa pilar yang terbangun dari harapan, kepercayaan, dan amal manusia.
Saat ketiga amalan baik manusia itu semakin berkurang, secara otomatis pilar-pilar itu akan semakin lemah. Nah, apa bila ada pilar yang retak atau patah, terjadilah goncangan yang menyebabkan gempa di bumi.
Advertisement
Tidak banyak yang tau, selain menjadi dewa lautan, Poseidon adalah dewa dari gempa Bumi.Â
Menariknya, Poseidon akan membuat gempa saat suasana hatinya sedang tidak baik alias bad mood. Adik dewa Zeus itu lantas akan menghantamkan pusakanya, trisula, ke tanah dan timbulah gemba Bumi dan tsunami yang dahsyat.
Advertisement
Tidak kalah unik dari legenda-legenda sebelumnya, orang Mozambik mempunyai kepercayaan bila Bumi ini sama seperti manusia, sama makhluk hidupnya. Oleh sebab itu, Bumi pun bisa sakit.
Gempa bumi sendiri siap mengguncang manakala Bumi demam. Saat dia merasa riang dan gemetar, Bumi pun bergoncang.
Advertisement
Menurut cerita dari orang Sulawesi, Bumi ini berdiri di atas sebuah babi rusa raksasa. Gempa bumi akan terjadi saat si babi rusa merasa gatal di tubuhnya dan menggosokkannya ke pohon palm.
Sumber: News Flick, Wikipedia, sjusd.org, curee.org
Â