Lewat #WorldToiletDay, tweeps kecam pemerkosaan wanita di toilet

Hastag #WorldToiletDay sudah digunakan hingga lebih dari 20 ribu kali

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Lewat #WorldToiletDay, tweeps kecam pemerkosaan wanita di toilet
Peringatan Hari Toilet Sedunia di Twitter. © Twitter/Unicef

Apakah Anda tahu bila hari ini, 19 November adalah Hari Toilet sedunia? Jika belum sebaiknya Anda mulai login di akun Twitter Anda dan mengetik #WorldToiletDay.

Ya, hari ini tweeps, sebutan pengguna Twitter, telah membanjiri jejaring terbesar kedua di dunia itu dengan setidaknya 20 ribu lebih tweet dengan hastag #WorldToiletDay untuk mengingatkan dunia tentang betapa rendahnya tingkat kesadaran manusia akan pentingnya sanitasi. Tak pelak hastag #WorldToiletDay saat ini menjadi salah satu trending topik dunia.

Lewat tagar #WorldToiletDay, tweeps mencoba mendesak pemerintah dunia untuk lebih peduli terhadap ketersediaan toilet 'bermartabat' di negara-negara mereka, terutama negara-negara miskin dan berkembang di benua Afrika dan Asia.

Hal ini tak lepas dari data terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga perlindungan anak-anak PBB, UNICEF, yang menyatakan bila saat ini terdapat sekitar 2,5 miliar orang di berbagai belahan dunia tidak mempunyai akses ke toilet yang layak! Ini artinya sekitar satu per tiga manusia di bumi tidak mempunyai toilet yang aman dan bersih.

Yang cukup ironis, sekitar 660 juta dari mereka berada di Asia, termasuk Indonesia.

Lalu apa dampaknya? Menurut UNICEF, kurangnya jumlah toilet di dunia berdampak negatif bagi wanita dan anak-anak yang menjadi target empuk aksi-aksi kekerasan seksual bahkan hingga pemerkosaan. Lebih jauh, hal itu juga berpengaruh pada kesehatan dan pendidikan mereka.

Sementara itu, akun Twitter USAID mengungkapkan bila tidak tersedianya air dan sanitasi menjadi faktor utama yang menyebabkan anak-anak di bawah umur 5 tahun di Kenya masuk rumah sakit. Bahkan dari data akun @WaterAidNigeria ada 500.000 anak meninggal akibat kurangnya air bersih dan sanitasi yang layak.

Lalu, apakah Anda sudah menyuarakan aspirasi dan berpartisipasi aktif di Hari Toilet Sedunia kali ini?

Rekomendasi