Jadi Menteri Ristek, Nasir ingin riset Indonesia berkelas dunia

Guru Besar Undip ini sudah punya cetak biru agenda Kementerian Ristek Dikti ke depan

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Jadi Menteri Ristek, Nasir ingin riset Indonesia berkelas dunia
M Nasir. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Meski Indonesia masuk jajaran negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, sektor riset tanah air terbilang masih kalah dari negara-negara Asia lain, bahkan sering diklaim tertinggal dari negara tetangga, Malaysia.

Tidak ingin hal tersebut berlanjut, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi baru, Muhammad Nasir segera berupaya untuk menaikkan riset tanah air ke level yang lebih tinggi, hingga berkelas dunia.

"Yang jelas riset-riset kita harus lebih baik, harus berkelas dunia dan harus bisa mendukung industri. Begitu pula Dikti (Pendidikan Tinggi), hasil-hasil risetnya harus berkelas dunia," kata M Nasir di Jakarta, Antara (27/10).

Lebih lanjut, Nasir sudah menyiapkan rancangan kerja yang akan diterapkan pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hanya saja, dirinya perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan rencana Presiden Jokowi.

"Blue print sudah ada, tapi lengkapnya seperti apa harus ada arahan dari Presiden. Nanti kita tunggu Sidang Kabinet dulu," ujar Nasir.

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 27 Juni 1960 tersebut terpilih menggantikan Gusti Muhammad Hatta sebagai orang nomor satu di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Tetapi, Nasir akan lebih dulu mengikuti Sidang Kabinet pertama pemerintahan Presiden Jokowi hari ini sebelum menduduki kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Gedung BPPT, Jakarta pusat.

Tidak salah bila Nasir terlihat siap menyandang gelar menteri Ristek Dikti, sebab dirinya tercacat sebagai Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang periode 2015-2019, meskipun belum sempat dilantik secara resmi.

Kini, seluruh akademisi di Indonesia berharap banyak pada sosok ayah tiga anak yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip tersebut untuk membawa sektor penelitian dan pengembangan teknologi Indonesia ke arah yang lebih baik.

Rekomendasi