5 Smartphone 'ber-otak' Octa-Core yang telah hadir di Indonesia

Berikut lima seri smartphone tersebut yang sudah memasuki pasar Indonesia.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
5 Smartphone 'ber-otak' Octa-Core yang telah hadir di Indonesia
HTC Desire 616. © Mycellphonereviews.com

Kejayaan Dual-Core atau Quad-Core sudah berlangsung sejak tahun 2012 lalu di Indonesia dan hingga kini masih umum digunakan. Beberapa smartphone dengan prosesor tersebut menjadi flagship, seperti Apple iPhone 4S hingga 5S yang menggunakan Dual-Core dan Sony Xperia ZL yang menggunakan Quad-Core.Seperti namanya, prosesor Dual-Core memiliki dua inti dan Quad-Core memiliki empat, yang masing-masing inti dapat menjalankan instruksi berbeda. Artinya, semakin banyak inti yang dimiliki, semakin banyak instruksi berbeda yang dapat dikerjakan dalam satu waktu. Mudahnya adalah semakin tinggi nilai inti yang digunakan, berarti kegiatan multitasking pada gadget Anda akan semakin mudah dan cepat dilaksanakan. Demi mendapat perhatian konsumen, beberapa vendor lokal menggunakan prosesor Octa-Core yang masih jarang ditemukan pada pemain global.Berikut lima seri smartphone yang sudah memasuki pasar Indonesia.

Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia.

Kehadiran Hugo Barra di ajang ICS 2014 lalu menjadi bukti bahwa produknya tersedia di Indonesia. Dan benar saja, banyak yang telah menanti Xiaomi. Salah satunya adalah Redmi Note, alasannya adalah keberadaan otak Octa-Core di dalamnya. Tersedia dua seri Octa-Core dari Xiaomi Redmi Note, yakni CPU Mediatek MT6592 Octa-Core 1,4GHz dan 1,7 Cortex-A7. Namun sayangnya ketika masuk ke Indonesia, harganya melambung menjadi sekitar Rp 3 juta, padahal di negara asalnya, smartphone ini hanya dibanderol RMB 799 (Rp 1,5 juta).

Xiaomi dan Himax memiliki kesamaan, yakni mereka tidak melakukan bombardir marketing melalui iklan dan hanya melakukan penjualan melalui online. Seri Polymer Li merupakan debut pertama Himax dan langsung mencuri perhatian karena habis 18.000 produk dalam kurun waktu 3 bulan.Kini Himax menyediakan seri smartphone lainnya, masih dengan prosesor Octa-Core sebagai intinya. Mereka adalah Polymer III, Pure S dan Zoom. Meski menawarkan prosesor yang kencang, seri termahal Himax, Pure S, hanya dibanderol Rp 3,8 juta.

Lama tidak terdengar keberadaannya, K-Touch mengejutkan pasar Indonesia dengan membawa smartphone dengan prosesor Octa-Core 1,7GHz. Produk ini di negara asalnya, China, diberi nama Nibiru Mars One H1. Namun sayangnya, karena dibanderol dengan harga yang lumayan tinggi yakni Rp 3,5 juta, smartphone ini akhirnya hanya sedikit menarik minat konsumen.

Hadir dengan nama lengkap Evercoss A80A, smartphone ini menggunakan chipset MediaTek MT6592, dengan processor ARM Cortex A7 Octa-Core berkecepatan 1,7Ghz. Seperti seri lainnya dari Evercoss, seri ini juga ditujukan bagi kelas menengah, dengan banderol harga Rp 2,3 juta. Meski sudah menggunakan tambahan kamera depan 5MP dan 13MP untuk kamera belakang, Evercoss hanya menyematkan Android 4.2.2 Jelly Bean. Selain itu, smartphone berlayar 5 inci dengan resolusi HD 1280 x 720 pixel ini lebih terlihat elegan dengan bagian belakang yang tampil beda dari sebelumnya.

HTC hadir untuk mengisi kekosongan pemain global yang menyediakan smartphone dengan prosesor Octa-Core. Melalui seri Desire 616, mereka menawarkan tipikal smartphone buatannya dengan layar besar 5,5 inci dan berintikan prosesor Octa-Core. Terdapat dua pilihan untuk seri ini, yakni single sim dan dual sim.Keduanya diklaim akan memasuki pasar Indonesia pada akhir Oktober 2014 ini. Tidak ingin kalah merebut pasar menengah yang sedang bergairah, HTC melepas seri ini di kisaran Rp 2 hingga 3 juta.

Rekomendasi