Tahun ini salah satu perusahaan elektronik terbesar di Korea Selatan, LG, berhasil mengganggu hegemoni Samsung di ranah smartphone Android kelas premium bersenjatakan smartphone berlayar super, LG G3.
Siapa yang tak terkesima dengan layar Quad HD selebar 5,5 inci yang tipis berbalut bodi metal. Belum lagi prosesor Snapdragon 801 yang menjamin LG G3 dapat menjalankan proses multitasking yang tak kalah cepat dari Samsung Galaxy S5. Kamera 13 megapiksel dengan tambahan OIS+ pun bisa menjamin kepuasan pengguna LG G3 yang doyan berfoto.
Tetapi telah diselidiki lebih lanjut, LG G3 mempunyai beberapa 'dosa' pada fitur-fitur unggulan yang cenderung menurunkan daya saingnya di tengah pertempuran 'suci' melawan smartphone Samsung generasi Galaxy.
Berikut adalah lima kekurangan sepele LG G3 yang cukup mengganggu berdasarkan hasil pantauan PhoneArena (17/6).
Advertisement
Jika biasanya layar yang tajam menjadi idaman pengguna gadget, tidak demikian dengan LG G3. Sebagai pengusung pertama layar Quad HD di kelas smartphone, seharusnya ponsel pintar ini mampu menghasilkan gambar yang nampak alami dan nyata.
Tetapi nampaknya pihak LG menambahkan efek buatan untuk menambah tingkat ketajaman dari layar. Alih-alih meningkatkan kualitas layar, gambar pada layar LG G3 justru dianggap tampak tidak alami dan terkesan pecah. Alhasil, seperti contoh gambar di atas, malah terdapat patahan pada gambar yang ditampilkan pada layar LG G3.
Advertisement
Bagi para penikmat game di smartphone pastinya akan lebih menikmati suatu permainan yang dapat ditampilkan secara penuh di layar sebuah smartphone. Hal ini lah yang tidak berlaku pada LG G3.
Tidak seperti kebanyakan smartphone Samsung yang masih menempatkan tombol-tombolnya pada bodi, LG G3 sepenuhnya menggunakan tombol layar atau on-screen button. Namun hal ini justru menjadi bumerang bagi LG G3, karena terlihat pada saat digunakan untuk memainkan game, tombol on-screen masih terpampang secara mencolok.
Hasilnya, tampilan dari game yang indah akan terganggu oleh tombol berwarna abu-abu di sebelah kanan layar LG G3.
Advertisement
Hal lain yang dipandang cukup mengganggu dari LG G3 saat pemakaian sehari-hari adalah layarnya yang terasa gelap pada siang hari.
Kekurangan layar LG G3 akan terlihat jelas saat disandingkan dengan Galaxy S5 seperti gambar di atas. Keduanya sengaja dihadapkan ke atas (menghadap matahari) untuk dites tingkat kecerahan ketika berada di bawah sengatan matahari.
Hasilnya, Galaxy S5 menjadi juara karena mampu menampilkan warna yang lebih cerah dan berwarna. Sebaliknya, LG G3 terlihat lebih redup sehingga dipastikan akan sulit dibaca ketika digunakan di bawah sinar matahari. Padahal layar LG G3 lebih lebar dan diklaim lebih tajam dari pada Galaxy S5.
Advertisement
Walaupun hadir dengan kamera 13 MP plus sokongan OIS+ dan sistem auto-fokus laser, pada kenyataannya LG G3 hadir tanpa disertai dengan pengaturan kamera manual. Pengguna dipastikan tidak akan menemukan opsi pengaturan untuk mengatur keseimbangan warna, ISO, dan mode foto yang lebih variatif.
Lebih lanjut, kualitas video yang dihasilkan pada tingkat high definition dengan kecepatan frame 60 fps ternyata juga tidak memenuhi ekspektasi alias tidak terlalu bagus.
Advertisement
Aspek terakhir yang tak kalah mengganggu adalah kecerahan layar masih terlampau tinggi untuk penggunaan malam hari.
Seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, terlihat jika tingkat kecerahan minimal dari LG G3 masih dalam kisaran 9 nits. Angka tersebut dianggap terlalu 'cerah' dan dapat mengganggu fungsi mata ketika terlalu lama digunakan untuk membaca SMS atau berselancar di internet.