4 Smartphone lokal yang siap bersaing dengan produk vendor dunia

Berikut ini adalah empat merek smartphone yang siap dirilis beberapa saat lagi.

Arif Pitoyo
Oleh Arif Pitoyo - Reporter
4 Smartphone lokal yang siap bersaing dengan produk vendor dunia
Smartphone © 2014 Merdeka.com

Selama periode 2008-2012, vendor smartphone asing boleh percaya diri menguasai pasar Indonesia. Setelah BlackBerry begitu menggurita menguasai pasar Indonesia sampai sekitar 2011, giliran Samsung yang mengambil alih pimpinan sementara.Namun, militannya merek smartphone lokal dalam mengambil ceruk pasar dalam negeri ternyata patut diwaspadai vendor asing, apalagi fitur dan fasilitasnya tak kalah dengan smartphone merek asing ditambah lagi dengan harga yang sangat terjangkau.Dalam bulan ini, sejumlah smartphone merek lokal diketahui merilis produk barunya, berikut ini adalah empat merek smartphone yang siap bersaing dengan produk dari vendor-vendor ternama.

SPC Mobile, merek ponsel lokal yang dimiliki oleh PT Supertone, merilis dua buah smartphone yaitu S7 Arena dan S3 Revo Plus.Dalam merilis produk barunya, pemain lama di industri manufaktur elektronik lokal tersebut menggandeng MediaTek Inc dalam penyediaan chip prosesornya.S7 Arena merupakan ponsel berprosesor quad core 1,2 GHZ yang dilengkapi dengan dual SIM, layar QHD (high definition), sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean dan dapat diupgrade ke seri terbaru Android 4.4 KitKat, memori internal 4GB, dan kamera hingga 8 megapiksel.Sedangkan S3 Revo merupakan smartphone dengan prosesor dual core sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean, memori internal sebesar 2 GB, dan kamera hingga 3 megapiksel. S7 Arena dijual seharga Rp 1,2 jutaan, sedangkan S3 Revo dibanderol hanya Rp 500 ribuan.Raymond Tedjokusumo, Chief Operating Officer SPC Mobile mengatakan produk 7 diharapkan menembus 10 persen dari target nasional tahun ini dari penjualan selurh produk SPC Mobile sebanyak 2,4 juta unit.Hingga saat ini, produk-produk SPC Mobile telah terdistribusi di sebagian besar kota-kota besar di Indonesia hingga ke tingkat kabupaten atau kota. Selain itu, untuk memberikan layanan purnajual, SPC telah memiliki sembilan service center di delapan kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Garut, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, dan Cibinong

Belum lama ini, vendor ponsel merek lokal lainnya, EVERCOSS juga merilis produk anyarnya, A7T.? EVERCOSS A7T menggunakan OS Android 4.2 Jelly Bean, prosesor dual core 1,3 GHZ serta berjalan di jaringan 3G plus dual GSM.A7T juga dilengkapi dengan kamera belakang 5MP, kamera depan 1,3MP serta fasilitas entertainment lainnya seperti radio, MP3, MP4 dan audio recording serta dibanderol seharga Rp 750 ribu.Menurut Janto Djojo, Direktur Marketing EVERCOSS, tertanamnya BBM secara otomatis membantu peningkatan penjualan produk Evercos. Hal itu memudahkan penggunanya di daerah yang kesulitan men-download karena keterbatasan akses internet, keharusan memiliki kartu kredit, dan daftar email."Kehadiran A7T menjadi lebih menarik karena dipasarkan dengan kisaran harga Rp 750 ribu. Konsumen selalu menuntut lebih, baik harga maupun kualitas. Harapan dan tuntutan itu bisa ditemukan pada A7T," ujar Janto.Dia menuturkan demam smartphone dengan harga terjangkau sudah mewabah hingga ke kota kecamatan, dan hal tersebut tak lepas dari dampak layanan BBM yang selama ini hanya bisa dinikmati di ponsel asal Kanada yang harganya mahal.Untuk menguji ketahanannya, Janto pernah memeragakan menjatuhkan ponsel A7T ke lantai setinggi dua meter, dan ponsel tersebut terbukti tidak tergores sedikitpun.

Meski belum diluncurkan, namun undangan peluncuran produk Andromax terbaru, yaitu Andromax U3 dn? Andromax V2 sudah disebar Smartfren ke media untuk besok Kamis (23/1). Meski merupakan pemain baru dan selama ini merupakan pemain penyedia layanan, kehadiran Smarfren dalam memproduksi smartphone patut diacungi jempol.Bahkan, awal mula Smartfren bermain di smartphone adalah bermula dari keterpaksaan mengingat dari 54 juta smartphone yang beredar tahun ini, yang CDMA mungkin hanya satu juta unit saja, sehingga operator tersebut membutuhkan gadget untuk pelanggannya.Deputi CEO Djoko Tata Ibrahim mengklaim peminat Andromax sangat besar, yaitu mencapai 2.500-3.000 unit per hari untuk tipe Andromax 7 inci.Djoko menuturkan agen dan dealer ponsel senang menjual produk Smartfren karena selalu laku di pasaran sehingga mereka tidak rugi.Menurut Djoko, pelanggan sampai rela mengeluarkan tambahan Rp 200-300 ribu demi mendapatkan Andromax generasi pertama dan kedua.Untuk layanan purna jual, Smartfren menyediakan layanan after sales service di 185 titik, yang tersebar di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

Meski sudah diluncurkan pada 19 Desember tahun lalu, namun Vandroid S5G baru muncul ke pasaran pada awal bulan ini.Smartphone jenis phablet didesain merujuk pada? kebutuhan masyarakat akan gadget selama ini yang berorientasi pada 3? hal, yaitu chatting, narsis, dan lifestyle."Advan akan terus mengembangkan produk terkini, namun dengan harga yang terjangkau," kata Chandra Lianto, New Business Development Advan.Untuk produknya Advan Vandroid S5G, disebutkan hadir dengan membawa 3 keunggulan, yakni perfect screen, perfect camera, dan perfect storage. Hal ini terlihat dari kualitas layar, dimana Vandroid S5G mengusung display IPS (In-Plane-Switching) berdiagonal 5.7 inci. Resolusi layar tersebut sudah full HD (1920 x 1080 piksel) dengan multi-touch 5 point.Advan Vandroid S5G pun sudah ditenagai prosesor quad-core Cortex A7 berkecepatan 1.5GHz plus kapasitas memori RAM 1GB. Sistem operasi yang dijalankan Android 4.2 Jelly Bean. Sayangnya, dari sisi harga, phablet tersebut masih dibanderol dengan harga di atas Rp 3 juta.

Rekomendasi