Malware gelombang radio AS digunakan untuk sadap Arab

Korbannya adalah beberapa negara di semenanjung Arab dan institusi besar lainnya.

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
Malware gelombang radio AS digunakan untuk sadap Arab
Malware. © pcactual.com

Korban yang jadi sasaran penyadapan NSA tidak ada henti-hentinya. Menurut laporan terbaru, tercatat sekitar 100 ribu komputer di dunia ini sudah pernah disusupi oleh agensi mata-mata Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya, dikutip dari Business Insider (15/01), untuk melakukan penyadapan terhadap perangkat yang tidak terhubung dengan internet, NSA menggunakan 'jasa' malware khusus yang disebarkan secara diam-diam melalui gelombang radio.

Menurut laporan tambahan dari Mashable (15/1), para korban yang jadi sasaran malware ini sendiri jumlahnya sangat banyak. Tercatat, ada sekitar 100 ribu komputer yang jadi sasaran serangan malware yang bisa mencuri data tanpa tersambung internet tersebut.

Adapun malware tersebut adalah Quantum yang mampu menyadap PC atau laptop yang tidak terhubung dengan internet sekalipun. Malware ini digunakan untuk menyadap komputer yang terletak di negara dengan akses internet terbatas.

Beberapa sasarannya antara lain adalah hacker China, jaringan militer Rusia, kartel narkoba Meksiko, hingga komputer publik di Semenanjung Arab. Selain itu, institusi multinasional seperti Uni Eropa juga tercatat jadi sasaran penyerangan pula.

Kemungkinan, malware ini juga yang menyerang fasilitas nuklir Iran beberapa tahun lalu. Akibat serangan ini, reaktor nuklir Iran sempat terganggu sehingga hampir membahayakan nyawa pekerja di sana.

Rekomendasi