Akibat penganiayaan saat ospek, situs ITN kerap diusili hacker

Hacker yang tergabung dalam ISD sendiri mengutuk aksi yang dilakukan terhadap situs ITN tersebut.

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
Akibat penganiayaan saat ospek, situs ITN kerap diusili hacker
hacker ddos. ©2012 Merdeka.com

Menyembulnya kasus pelecehan seksual dan meninggalnya MABA ITN Malang saat ospek menimbulkan polemik berkepanjangan. Akibat hal ini, situs resmi milik Institut Teknologi Nasional Malang tersebut pun sempat jatuh bangun karena dijahili hacker.

Situs ini sempat tidak bisa diakses meskipun hanya dalam beberapa saat saja. Hingga kini pun serangan sepertinya terus dilakukan seiring dengan makin hangatnya kasus penganiayaan tersebut terungkap ke permukaan.

Belum diketahui siapa hacker yang bertanggung jawab atas aksi ini. Namun, misi mereka jelas, yaitu menyampaikan kekecewaan atas wafatnya Mahasiswa Baru ITN yang bernama Fikri Dolasmantya Surya.

Indonesia Security Down Team yang selama ini melancarkan serangan ke situs pemerintahan Australia sendiri menolak bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Malah, mereka mengecam aksi hacker nasional yang coba merusak situs akademik dalam negeri tersebut.

"Baru liat ada lgi ops ITN malang kenapa kudu website mereka ! Harus di 404 notfound !," tulis salah satu pengasuh ISD dengan alias Om-Jin.

Hingga berita ini dimuat situs milik ITN Malang yang beralamatkan di itn.ac.id terpantau masih aman. Namun, tidak diketahui apakah hacker akan kembali mengusili situs ini sebagai upaya untuk melancarkan protes.

Kasus kematian Fikri Dolasmantya Surya mahasiswa baru di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang jurusan Planologi semakin ramai dibicarakan di dunia maya.

Banyak yang mempertanyakan kenapa sampai sekarang pihak kampus, para mahasiswa baru yang mengikuti orientasi (ospek), pembina ospek sampai pihak orang tua korban belum terlalu angkat bicara akan hal ini.

Di account Facebook Fikri sendiri, sampai sekarang masih banyak ungkapan kesedihan dari teman-teman korban setelah dia meninggal. Tidak hanya itu, di Twitter juga ramai membicarakan hal ini.

Rekomendasi