BlackBerry masih menjadikan Indonesia sebagai pasar utama sehingga berkomitmen memberikan layanan dan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Dari riset yang dilakukan BlackBerry, maka konsumen smartphone di Indonesia sangat menyukai handset layar lebar, sehingga diluncurkanlah Z30 sebagai handset BlackBerry dengan layar terlebar," kata Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiyono Handoyo di sela-sela peluncuran BlackBerry Z30, Selasa (19/11).
Menurut dia, BlackBerry mengeluarkan empat strategi utama untuk meningkatkan pasarnya di Indonesia, yaitu melalui peluncuran berbagai produk baru, BBM lintas platform, BES 10 yang sangat aman dari penyadapan, serta pengembangan konten dari developer lokal.
Hal senada diungkapkan GM Product BlackBerry Asia Pacific Ardho Fadola, bahwa pihaknya masih optimis bermain di pasar Indonesia mengingat penetrasi smartphone yang masih 20 persen.
"Sebenarnya dengan dulu sama saja, cuma karena saat ini ragam produknya lebih banyak, maka volume barang yang beredar di pasar makin besar sehingga persentase BlackBerry makin kecil," ujarnya.
BlackBerry menilai sangat banyak pengguna BlackBerry yang masih setia dengan BlackBerry bukan karena BBM-nya, tapi juga kecepatan browsing, push email, dan fitur-fitur menarik lainnya seperti BlackBerry Hub.
Namun, baik Ardho maupun Maspiyono enggan menyebutkan berapa total handset yang sudah terjual di Indonesia, termasuk pangsa pasar smartphone saat ini.
Mengenai penurunan harga pada sejumlah BlackBerry 10, Ardho menyebutnya sebagai hal yang wajar. "Memang kami turunkan, karena tidak mungkin sudah setahun tapi harga masih sama dengan waktu di launching," tuturnya.