Di awal April lalu, Nintendo dikabarkan mengalami kerugian sekitar USD 459,54 juta. Namun, mendekati perilisan produk barunya yaitu Wii U, banyak retailer yang mulai kehabisan stok perangkat ini karena banyaknya pesanan atau preorder.Kerugian yang dialami Nintendo di bulan April lalu merupakan kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan asal Jepang ini. Produk mereka, Wii, hanya terjual sebanyak 9,8 juta saja. Tidak hanya itu saja, Nintendo 3DS juga hanya mampu terjual sebanyak 13,5 juta perangkat saja.Namun, ketika Nintendo mengumumkan bahwa mereka akan merilis Wii U pada tanggal 18 November mendatang dengan harga sekitar USD 299, banyak orang yang sudah memesan perangkat ini secara online. Bahkan menurut pantauan ABC News (17/09), banyak retailer yang juga sudah menjual perangkat ini dengan sistem preorder ke publik.Dengan banyaknya aktivitas preorder ini membuat beberapa retailer ternama seperti Best Buy, Toys R Us, Sears, Walmart dan GameStop kehabisan stok untuk Wii U. Menurut beberapa pakar game, keberhasilan penjualan preorder ini belum dapat dijadikan sebagai acuan bahwa Wii U dapat sesukses kompetitor terdekat mereka yaitu Sony dengan PlayStation, PSP dan PS Vita-nya.
Namun, berbanding terbalik dengan analisa para pakar, mulai diumumkan ke publik sejak 2 bulan lalu, hampir semua retailer di Amerika Serikat, kecuali Amazon, sudah kehabisan stok.Apakah hal ini dapat menjadi suatu pertanda bagus dan membuktikan bahwa masih banyak gamer yang mencintai produk Nintendo? Bagaimana menurut Anda?