Sebanyak 14 calon dewan pengawas, 22 calon dewan pengurus, dan 5 calon formatur tunggal muncul dalam kontestasi Munas APJII, di Bali, Jumat (6/7). Ketika akan memulai pemilihan, salah satu calon formatur tunggal, Irvan Nasrun menyatakan mundur dari pencalonan.
Beberapa jam sebelum pemilihan dilaksanakan, Irvan menyatakan diri untuk ikut dalam kabinet Sapto Anggoro. Tiga kandidat bersaing kuat untuk menjadi calon formatur tunggal APJII yaitu Sammy Pengerapan, Benyamin Naibaho dan A Sapto Anggoro. Sebenarnya muncul kandidat lain seperti Dwi Cahyoko, Irvan Nasrun dan Adhitya WA, namun tiga kandidat awal disebut-sebut punya peluang terpilih lebih besar.
Munas APJII kali ini menggunakan model formatur tunggal dengan sistem pemilihan voting tertutup. Jadi satu perusahaan ISP memiliki hak satu suara. Jika belum ada calon yang memenuhi suara 50 persen plus satu, maka proses pemilihan akan berlangsung dua putaran.
"Model ini memiliki keuntungan, calon terpilih akan memiliki hak untuk membentuk susunan kepengurusannya sendiri," ujar Steering Committee Musyawarah Nasional APJII Freddie Pinontoan di Bali pada Kamis (5/7)
Dari 14 calon dewan pengawas tersebut nantinya hanya akan dipilih sebanyak 7 orang saja, sedangkan untuk calon dewan pengurus dapat dipilih oleh ketua umum terpilih untuk masuk ke dalam jajaran kepengurusannya. Dalam peraturan Munas kali ini, panitia sidang memutuskan untuk mempersilakan setiap perusahaan hanya mempunyai satu hak suara saja. Untuk perusahaan yang tidak hadir maka suaranya dapat digantikan oleh proxy dengan surat kuasa.
Hal tersebut bertujuan agar perusahaan yang tidak hadir tetap mempunyai hak suara. Agar suara perusahaan yang hadir dan suara proxy dengan surat kuasa tidak tercampur, maka panitia sidang memutuskan untuk memisahkan antara proxy dan perusahaan.