Ramai di Medsos Banyak Pria Muda China Pamer Cerita Sterilisasi, Merasa Jadi Laki-laki yang Baik

Vasektomi tindakan bedah minor yang dilakukan dengan cara memotong atau menutup saluran sperma dari testis, sehingga sperma tidak bercampur dengan air mani.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Ramai di Medsos Banyak Pria Muda China Pamer Cerita Sterilisasi, Merasa Jadi Laki-laki yang Baik
Prosedur vasektomi ada dua cara, bedah dan non-bedah. (unsplash.com/@tetrakiss) (© 2024 Liputan6.com)

Seorang pemuda dari Tiongkok membagikan pengalamannya mengenai vasektomi di media sosial. Ia menganggap tindakan tersebut sebagai tanda transformasi dirinya menjadi "pria yang baru".

Selain itu, ia juga mengadvokasi bahwa tanggung jawab kontrasepsi tidak seharusnya hanya dibebankan kepada wanita. Secara konvensional, wanita sering kali menanggung beban kontrasepsi, dengan menggunakan berbagai metode seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dan pil KB.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga pengguna AKDR di seluruh dunia berasal dari China. Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan metode ini dapat menyebabkan risiko kesehatan, seperti menstruasi yang tidak teratur, pendarahan rahim, dan nyeri perut.

Bagi pria, vasektomi merupakan prosedur bedah kecil yang melibatkan pemotongan atau penutupan saluran yang mengalirkan sperma dari testis, sehingga sperma tidak bercampur dengan air mani. Ini adalah metode kontrasepsi yang efektif dan tidak memengaruhi fungsi seksual atau fisiologis lainnya, seperti yang dilaporkan oleh laman SCMP pada Jumat (18/10).

Namun, vasektomi sering kali dipandang sebagai ancaman terhadap kejantanan pria, dengan beberapa orang beranggapan bahwa prosedur ini dapat mengurangi potensi pria, meskipun anggapan tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah. Di Tiongkok, angka pria yang memilih sterilisasi sangat rendah.

Berdasarkan data dari Buku Tahunan Statistik Kesehatan dan Keluarga Berencana Tiongkok, pada tahun 2020, terdapat 14,7 juta operasi kontrasepsi di seluruh negeri, namun hanya 2.626 di antaranya merupakan vasektomi pria. Zhao Shanchao, seorang ahli urologi di Rumah Sakit Nanfang Tiongkok, menyampaikan bahwa vasektomi dapat menimbulkan efek samping, seperti infeksi pada sayatan dan nyeri ringan pada testis.

Meskipun demikian, di antara berbagai metode kontrasepsi, vasektomi tetap dianggap sebagai salah satu yang paling aman dan efektif. Dengan meningkatnya kesetaraan gender, semakin banyak pria muda di Tiongkok yang memilih vasektomi dan membagikan pengalaman mereka di platform media sosial seperti Xiaohongshu, Baidu, dan Zhihu untuk memberikan dukungan kepada orang lain yang mempertimbangkan langkah serupa.

Pandangan Media China soal Vasektomi

Pria Muda Tiongkok Berbagi Pengalaman Vasektomi di Media Sosial, Mengaku Jadi Sosok yang Baru
Prosedur vasektomi ada dua cara, bedah dan non-bedah. (unsplash.com/@tetrakiss) © 2024 Liputan6.com

Media dari China melaporkan bahwa vasektomi kini dianggap sebagai simbol dari "pria baik yang baru". Istilah ini merujuk pada pria yang bersedia berbagi tanggung jawab dalam keluarga, menunjukkan kepedulian terhadap pasangan, menghormati perempuan, dan menghargai kesetaraan dalam hubungan.

Chen, seorang pria berusia 29 tahun yang menjalani vasektomi di sebuah rumah sakit di Shanghai, mengungkapkan kepada News Weekly bahwa biaya prosedur tersebut mencapai sekitar 1.900 yuan (sekitar USD 270). Namun, setelah asuransi menanggung biaya, ia hanya perlu membayar 48 yuan (sekitar USD 7).

Seorang pria berusia 26 tahun yang juga menjalani vasektomi pada Maret 2024 berbagi pengalamannya di platform Xiaohongshu. Ia menyatakan, "Saya mencintai pacar saya. Waktu pemulihan untuk sterilisasi pria lebih singkat dan tidak terlalu berbahaya bagi tubuh dibandingkan dengan wanita."

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pria yang menyadari pentingnya peran mereka dalam keluarga dan kesehatan reproduksi. Vasektomi kini bukan hanya tentang pencegahan kehamilan, tetapi juga tentang komitmen dan tanggung jawab dalam hubungan.

Rencana Vasektomi

Pria Muda Tiongkok Berbagi Pengalaman Vasektomi di Media Sosial, Mengaku Jadi Sosok yang Baru
Prosedur vasektomi ada dua cara, bedah dan non-bedah. (unsplash.com/@tetrakiss) © 2024 Liputan6.com

Wang, seorang pria berusia 30 tahun asal Tiongkok tengah, menyatakan rencananya untuk menjalani prosedur vasektomi pada akhir tahun ini. Ia menjelaskan kepada Post bahwa kedua orang tuanya dan pacarnya sepenuhnya mendukung keputusan tersebut.

"Memiliki anak merupakan beban berat bagi wanita. Saya juga tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjadi ayah yang baik. Jika situasi keuangan kami memungkinkan di masa mendatang, kami mungkin mempertimbangkan untuk mengadopsi anak," tuturnya.

Isu ini telah memicu perdebatan di media sosial di Tiongkok daratan. Salah satu pengamat daring mengungkapkan pandangannya, "Acungan jempol untuk para pacar dan suami yang menjalani vasektomi. Mereka pemberani dan menunjukkan rasa hormat kepada wanita."

Namun, ada juga yang memiliki pandangan berbeda, dengan mengatakan, "Paling tidak, sperma harus disimpan sebelum vasektomi, untuk berjaga-jaga kalau-kalau mereka menyesal di kemudian hari dan menginginkan anak." Diskusi ini mencerminkan beragam perspektif masyarakat mengenai tanggung jawab dan pilihan dalam berkeluarga.

Rekomendasi