Presiden dari COP28, Sultan Al Jaber, memicu kontroversial karena ucapannya yang dianggap menyangkal bahwa penghapusan bahan bakar fosil dapat memperbaiki iklim dunia.
Ucapannya ini terlontar beberapa hari sebelum pelaksanaan COP28, konferensi tahunan PBB yang dikhususkan untuk membahas masalah iklim.
Advertisement
Al Jaber melontarkan ucapannya ini pada acara panel She Changes Climate pada tanggal 21 November.
Menurut laporan The Guardian dan CNN, Rabu (6/12), ucapan ini merupakan tanggapan kemarahan dari Al Jaber atas pertanyaan Mary Robinson, ketua kelompok Elders dan mantan utusan khusus PBB untuk perubahan iklim.
Perlu diketahui, selain merupakan presiden dari COP28 Al Jaber juga seorang kepala eksekutif perusahaan minyak negara UEA, Adnoc, yang oleh para pengamat dianggap sebagai konflik kepentingan yang serius.
Dalam acara She Changes Climate, Robinson menyatakan krisis iklim yang dihadapi dunia saat ini sangat merugikan, terutama bagi perempuan dan anak-anak, karena belum adanya komitmen untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap. Karena itu, penghentian bahan bakar fosil perlu dilakukan.
“Itu adalah satu-satunya keputusan yang dapat diambil oleh COP28 dan dalam banyak hal, karena Anda adalah pimpinan Adnoc, Anda sebenarnya dapat mengambil keputusan tersebut dengan lebih kredibel,” kata Robinson.
Advertisement
Al Jaber menanggapinya dengan menyatakan bahwa dirinya tidak ikut serta dalam diskusi yang menyebabkan kepanikan dan hanya setuju untuk melakukan percakapan yang tenang dan dewasa. Dia juga menyangkal bahwa penghapusan bahan bakar fosil dapat membantu memulihkan iklim.
“Tidak ada ilmu pengetahuan di luar sana, atau tidak ada skenario di luar sana, yang mengatakan bahwa penghapusan bahan bakar fosil adalah yang akan mencapai 1,5 °C,” tegasnya.
Dia melanjutkan bahwa sementara mencapai tujuan 1,5 °C adalah prioritasnya dan penghapusan bertahap pada bahan bakar fosil tidak terhindarkan, tetapi manusia juga perlu realistis dalam menghadapinya.
Advertisement
Menurutnya, pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan bergantung kepada bahan bakar fosil, dan belum ada jalan lain yang memungkinkan pembangunan ini berjalan tanpa turut campur bahan bakar fosil.
“Kecuali jika Anda ingin membawa dunia kembali ke gua,” tambahnya.
Ucapannya ini tentu mengundang banyak kecaman, karena peran bahan bakar fosil di masa mendatang adalah salah satu isu yang paling kontroversial pada COP28. Laporan ilmiah telah menunjukkan bahwa bahan bakar fosil memang harus segera dikurangi untuk menjaga pemanasan global di bawah 1,5 °C, sesuai Perjanjian Paris.
Menurut kepala eksekutif Climate Analytics, Bill Hare, ucapan “mengirim dunia kembali ke gua” adalah kiasan tertua dalam industri bahan bakar fosil, dan hal ini hampir mengarah kepada penolakan iklim.
Beberapa pihak lainnya juga menyatakan kekecewaannya terhadap pemikiran Al Jaber.
Setelah menghadapi banyak kecaman, Al Jaber mengadakan konferensi pers dadakan pada hari Senin, 4 Desember 2023 kemarin yang menyatakan bahwa ucapannya itu disalahartikan.
Dalam konferensi itu, dia dengan gigih mempertahankan komitmennya terhadap ilmu pengetahuan iklim.
Advertisement