Fitur baru generator gambar bergaya Studio Ghibli pada platform AI ChatGPT tengah menuai perhatian publik setelah pengguna melaporkan kemampuannya mengubah foto pribadi menjadi ilustrasi bergaya animasi Jepang. Meskipun tampak menyenangkan, muncul kekhawatiran serius terkait privasi dan penggunaan data wajah pengguna.
Mengutip HindustanTimes, Selasa (1/3), fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah foto diri atau hewan peliharaan, lalu mengubahnya menjadi gambar bergaya Studio Ghibli.
Namun, aktivis privasi digital memperingatkan bahwa penggunaan foto pribadi pada sistem AI berbasis cloud berisiko tinggi, terutama bila data tersebut disimpan atau diproses tanpa transparansi.
“Banyak pengguna tidak memahami bahwa saat mereka mengunggah gambar, foto itu bisa digunakan untuk melatih model AI lebih lanjut, kecuali mereka secara eksplisit menonaktifkan izin,” ujar salah satu aktivis digital dari India yang tidak disebutkan namanya.
OpenAI, pengembang ChatGPT, menyatakan bahwa pengguna memiliki opsi untuk menghapus riwayat obrolan agar gambar yang mereka unggah tidak digunakan untuk pelatihan model AI di masa depan. Namun, fitur ini tidak diaktifkan secara default, sehingga pengguna harus secara aktif menyesuaikan pengaturan privasi mereka.
Sejumlah pakar keamanan data menyarankan agar pengguna menghindari mengunggah foto wajah anak-anak atau informasi visual sensitif, dan menganjurkan penggunaan avatar buatan sebagai alternatif yang lebih aman.
Perdebatan ini muncul di tengah meningkatnya ketertarikan publik terhadap fitur AI kreatif seperti generator gaya seni, namun juga menyoroti kurangnya kesadaran digital masyarakat umum soal hak dan kontrol atas data pribadi mereka.
Meski belum ada laporan kebocoran data dari fitur ini, para aktivis mendesak agar regulasi lebih ketat diterapkan untuk memastikan bahwa teknologi AI tidak melanggar batas etika privasi.
OpenAI belum mengeluarkan pernyataan resmi lebih lanjut terkait permintaan klarifikasi dari para pengamat teknologi di India. Namun, diskusi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya popularitas fitur-fitur berbasis gambar di platform AI generatif.