Harappa, peradaban kuno yang terhempas oleh pergantian musim
Merdeka.com - Apabila Babylonia, Mesir, Mesopotamia, Inca, Maya, Aztec, bahkan Atlantis, pasti banyak yang sudah mendengarnya. Bagaimana dengan peradaban Harappa? Masih terasa janggal dan aneh kan? Menurut Zmescience.com, Harappa adalah sebuah peradaban yang terletak di Asia Selatan dan tersebar di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Pakistam India Barat Daya, dan Afganistan sebelah timur.
Harappa diketahui sebagai peradaban pertama di daerah Asia. Peradaban ini dimulai pada 6000 tahun lalu dan hancur sekitar 3500 tahun lalu. Harappa memiliki wilayah yang cukup luas yaitu 1.260.000 km². Luas dari wilayah Harappa ini mengalahkan luas wilayah kerajaan Mesopotamia.
Menurut En.Wikipedia.org, terdapat dua kota besar dalam peradaban ini yaitu Mohenjo-Daro dan Harappa itu sendiri. Sampai sekarang ini, kepunahan dari peradaban Harappa masih menjadi perdebatan di kalangan para arkeolog dan ilmuwan lain. Ada yang mengatakan bahwa Harappa musnah dikarenakan telah ditaklukkan oleh British Raj. Namun, terdapat satu teori yang sempat dipublikasikan dalam jurnal pengetahuan Proceedings of the National Academy of Sciences.
Teori tersebut mengatakan bahwa peradaban Harappa musnah tidak dikarenakan oleh manusia, melainkan diakibatkan oleh alam. Pada zaman dimana peradaban ini masih berdiri, terjadi pergantian musim yang sangat ekstrim dan mengakibatkan kematian masyarakat Harappa.
Para erkeolog mengemukakan bahwa Harappa adalah satu peradaban yang sangat maju di zamannya. Telah ditemukan sistem pasar dan tulis menulis pada zaman tersebut. Uniknya, sistem dan metode pemotongan pohon lebih dulu dikenal oleh bangsa yang dikenal dengan nama Indus Valley Civilization ini yang kemudian beberapa ratus tahun kemudian hilang dan ditemukan kembali oleh bangsa Roma.
Dikarenakan perubahan musim yang ekstrim dan mengakibatkan mata air sungai yang pada saat itu dijadikan satu-satunya sumber pengairan masyarakat Harappa menjadi kering. Akhirnya, peradaban ini harus terpecah dan meninggalkan tanah kelahiran mereka. Sampai sekarang, para peneliti masih mencoba menemukan dan meneliti pergantian musim seperti apa yang dapat menghancurkan peradaban ini. (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya