Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Domain situs porno mulai mengembangkan sayapnya

Domain situs porno mulai mengembangkan sayapnya © Blottr.com

Merdeka.com - Sejak dikeluarkannya domain khusus situs porno dengan akhiran [dot]xxx atau .xxx, banyak pro dan kontra yang terus bermunculan. Para anti pornografi yang kebanyakan para orang tua menyatakan bahwa kehadiran domain seperti ini akan lebih memudahkan para penggila porno untuk mengakses situs tersebut yang tidak menutup kemungkinan anak-anak mereka akan lebih mudah juga mengunjunginya. Para pembeli domain .xxx ini nampaknya tidak kurang akal, mereka mengganti nama dengan nama-nama yang lebih sopan. Akan tetapi, masalah baru kembali muncul. Kali ini bukan mengenai masalah pornografinya, melainkan lebih kepada pemilihan nama yang sama dengan nama situs penjualan online atau situs yang tidak masuk dalam kategori porno lainnya.

World Intellectual Property Organization (WIPO) mendapat banyak sekali laporan mengenai hal ini. Seperti yang diberitakan oleh Reuters.com, para pemilik situs online lainnya tidak keberatan dan tidak peduli dengan hadirnya domain .xxx, akan tetapi pemilihan nama yang sama menjadikan imej situs mereka menjadi jelek. Walaupun mendapatkan email laporan, WIPO menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa. WIPO juga menjelaskan bahwa terdapat beribu-ribu nama domain yang sama di dunia maya ini, termasuk nama situs yang memakai nama seorang artis atau tempat terkenal lainnya. Hal tersebut menurut WIPO dikategorikan sebagai cybersquatting dan masih dianggap sah-sah saja karena yang membedakannya adalah jenis domain yang dipakainya.

Contohnya saja yang dialami oleh situs belanja dari Turki, Markafoni.pl. Situs ini melaporkan situs Markatoni.xxx karena nama situs porno tersebut hampir mirip dengan situs mereka. Hal sama juga terjadi di Swedia, sebuah situs real estate bernama Hemnet.se mempunyai kesamaan nama dengan situs Hemnet.xxx.

Domain .xxx ini lahir dan diresmikan pada tanggal 6 Desember 2011 lalu setelah melalui perdebatan yang cukup lama antara anggota Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Para penentang domain ini beranggapan bahwa dengan keberadaan domain semacam ini maka akan sulit membendung penyebarannya dan dipastikan akan susah dalam mengendalikannya. Akan tetapi, para pendukungnya mempunyai pandangan lain. Mereka beranggapan bahwa dengan munculnya domain ini, maka para orang tua dapat mengontrol lebih mudah apa yang layak dan tidak layak diakses anak-anak mereka, serta para pekerja dapat memisahkan situs-situs mana saja yang bisa diakses di kantor mereka. Walaupun begitu, masih banyak situs pornografi yang enggan mengganti domain mereka menjadi .xxx karena mereka khawatir para pelanggan situs mereka akan berkurang. Google pun menambahkan, dengan penggunaan  domain .xxx, sistem SafeSearch Google akan lebih terbantu. (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP