Meutya Hafid ditunjuk Presiden Prabowo menjadi Menteri Komunikasi dan Digital. Meutya bukanlah orang awam yang baru memahami sektor teknologi informasi. 10 tahun lebih ia mengawal isu-isu di Komisi I termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bahkan, dia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI sebelumnya.
Ia tergolong orang yang fokus terhadap kebocoran data pribadi. Setiap ada ramai isu kebocoran data pribadi, Meutya kerap bersikap kritis. Tak jarang Menkominfo seperti Johnny Plate dan Budi Arie Setiadi disemprot olehnya saat Rapat Dengar Pendapat di DPR.
Berikut adalah kritikan pedas Meutya ke Menkominfo saat ramai data pribadi bocor:
Kasus 1.3 Miliar Data SIM Card Bocor
"Harusnya ada sikap meminta maaf, karena secara jujur harus diakui kita belum mampu mengamankan data-data pribadi masyarakat dengan maksimal," ujar Meutya.
Kasus Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Bocor
"Kalau enggak ada back up, itu bukan tata kelola sih, Pak, kalau alasannya ini kan kita enggak hitung Surabaya, Batam backup kan, karena cuma 2 persen, berarti itu bukan tata kelola, itu kebodohan saja sih, pak," kata Meutya saat Rapat dengan Menkominfo Budi Arie Setiadi.
Advertisement
Kawal Judi Online
Dalam wawancara cegat yang dikutip dari KompasTV, Meutya menyebut penunjukannya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital untuk mengatasi masalah judi online.
"Judi online menjadi titipan Pak Presiden. Yang lain nanti menyusul,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan para Menteri untuk membantu pekerjaannya selama 5 tahun mendatang. Salah satu Menteri yang ditunjuknya adalah Meutya Hafid. Anggota DPR ini akan menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital.
“Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital,” kata Prabowo, Minggu (20/10).