Inovasi hologram polisi di Korea Selatan menjadi topik hangat di seluruh negeri karena keunikannya. Bayangkan saat Anda berjalan di taman kota, tiba-tiba sosok polisi setinggi 170 cm muncul lengkap dengan seragamnya, memberikan peringatan mengenai keberadaan kamera pengawas.
Meski terlihat nyata, sosok tersebut sebenarnya adalah hologram 3D yang dirancang untuk meningkatkan rasa aman serta mencegah tindakan kriminal.
Hologram polisi ini diaktifkan setiap malam antara pukul 7 hingga 10 di Taman Judong No. 3, kawasan Jung-gu, Seoul. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan Hologrammica dan telah diuji coba sejak bulan Oktober tahun lalu.
Tujuan dari inisiatif ini sangat jelas: untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah perilaku yang menyimpang, seperti yang dilansir oleh Odditycentral pada Minggu (17/8).
Advertisement
Eksperimen yang menarik ini menunjukkan hasil signifikan dalam penurunan angka kejahatan di Korea Selatan. Data dari Kepolisian Metropolitan Seoul mencatat bahwa setelah hologram dipasang di sekitar taman, angka kejahatan berkurang sekitar 22 persen.
Kepala Kepolisian Jungbu, Ahn Dong-hyun, menyebut inovasi ini sebagai "perangkat keamanan pintar" yang tidak hanya meningkatkan rasa aman masyarakat, tetapi juga memberikan efek psikologis kepada calon pelaku kejahatan.
"Kami akan terus mengembangkan upaya pencegahan kejahatan dengan teknologi AI agar warga merasa lebih nyaman berada di taman," ujarnya.
Namun, pihak kepolisian mengakui bahwa hologram ini tidak memiliki kemampuan untuk menangkap penjahat secara langsung. Fungsi utama dari hologram adalah untuk mencegah dan menciptakan rasa aman di masyarakat.
Menurut sumber dari kepolisian, meskipun orang menyadari bahwa sosok tersebut bukan manusia nyata, keberadaan hologram polisi tetap memberikan efek jera yang cukup kuat.
Reaksi publik terhadap keberadaan hologram ini pun bervariasi. Sebagian warga menganggapnya menarik, sementara yang lain menyebutnya "orang-orangan sawah modern."
Di media sosial, banyak komentar bercanda yang menyatakan bahwa penurunan angka kejahatan bukan disebabkan oleh teknologi, melainkan karena warga merasa enggan masuk taman setelah melihat "polisi hantu." "Apa-apaan, ada hantu polisi patroli di sini? Orang-orang mikir apa sih?" tulis seorang warganet.