Bukan di Indonesia, Google Pilih Investasi Rp 11 Triliun Bangun Data Center di Jepang

Google akan membuka pusat data di Jepang pada tahun depan. Dilaporkan GizChina, Kamis (13/10), langkah konkret ini adalah pertama kalinya Google membangun pusat data baru di Asia sejak 2013.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan di Indonesia, Google Pilih Investasi Rp 11 Triliun Bangun Data Center di Jepang
ilustrasi pencarian Google. ©2017 Merdeka.com

Google akan membuka pusat data di Jepang pada tahun depan. Dilaporkan GizChina, Kamis (13/10), langkah konkret ini adalah pertama kalinya Google membangun pusat data baru di Asia sejak 2013.

CEO Google, Sundar Pichai baru-baru ini mengumumkan kunjungan ke Jepang di blognya. Dia secara resmi mengungkapkan bahwa perusahaan akan membuka pusat data pertamanya di Prefektur Chiba, Jepang pada 2023.

Dengan demikian, Google berencana menggelontorkan investasi sebesar USD 730 juta atau kurang lebih Rp 11 triliun untuk memperluas infrastruktur di Jepang sekaligus guna pembangunan data center di sana. Pichai menyebutkan ketika ekonomi dunia melambat, Google justru akan mempercepat efisiensi operasional sambil terus berinvestasi di Asia Pasifik.

Jepang akan menjadi kawasan Asia ketiga yang memiliki pusat data Google setelah Taiwan dan Singapura. Layanan utama Google di Korea Selatan, seperti Play Store, YouTube, dan Gmail, dikirimkan melalui server asing dengan menggunakan pusat data LG U+ yang disewa untuk menyediakan layanan cloud.

Google telah dikritik karena tidak membangun pusat data di Korea Selatan untuk menghindari pajak besar dari pemerintah Korea Selatan. Menurut perkiraan, Google menghasilkan triliunan won (lebih dari USD700 juta) dalam penjualan di Korea Selatan. Namun, perusahaan membayar pajak kurang dari 10 miliar won (USD7 juta) karena tidak memiliki tempat usaha tetap di Korea Selatan, seperti pusat data.

Rekomendasi