Bos Xiaomi ingin pecahkan persepsi barang murah tak berkualitas

Rabu, 20 Desember 2017 18:36 Reporter : Fauzan Jamaludin
Bos Xiaomi ingin pecahkan persepsi barang murah tak berkualitas CEO Xiaomi, Lei Jun. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Vendor smartphone global, Xiaomi, boleh dibilang produsen gawai yang berani kasih harga murah dibandingkan kompetitornya. Entah itu Samsung, OPPO, bahkan Apple tak ‘segila’ Xiaomi. Barangkali julukan ‘si perusak harga pasar’ pantas melekat di brand asal China ini. Bagaimana tidak, dilihat dari sisi spesifikasi dan harganya bila dibandingkan kompetitornya sungguh berbeda.

Smartphone besutan Lei Jun ini, menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga murah. Sebagai contoh Redmi 5A. Smartphone ini baru saja dirilis di Indonesia. Spesifikasinya pun cukup lumayan di mana pesaingnya seperti Samsung J2 Prime dan OPPO A37 tak seunggul Xiaomi. Bila Redmi 5A berani memberikan spesifikasi RAM 2 GB dan memori 16 GB harga Rp 999.000, lain hal dengan kedua kompetitornya itu.

Samsung J2 Prime yang memiliki spesifikasi RAM 1.5 GB dan memori 8 GB, hanya berani menjual di sekitaran harga Rp 1,6 jutaan. Sementara OPPO A37 dengan memiliki keunggulan RAM 2GB dan memori 16GB membanderol harga Rp 1,9 juta.

Lantas, bagaimana cara Xiaomi menekan harga dan mereguk cuan?

Founder sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun menjelaskan mengapa perusahaannya itu bisa menjual perangkat mobile murah dibandingkan yang lain. Rahasianya, kata dia, adalah ditentukan dari model bisnisnya.

Maksudnya, dia tidak mengadopsi model bisnis yang dilakukan oleh vendor-vendor smartphone lainnya. Misalnya saja mengambil untung dari modal yang dikeluarkan untuk perangkat kerasnya. Hal itu, tidak perusahaannya lakukan. Keuntungan yang akan diambil perusahaannya, melalui bisnis internet yakni e-commerce dan bisnis software, MiUi.

“Kami tidak mencari untung dari perangkat keras,” kata dia saat berbincang-bincang dengan beberapa media di Jakarta, Rabu (20/12).

Meski dijual murah, pekerjaan terberat buat Xiaomi adalah mengubah stereotype bila barang yang dijual murah tak selalu memiliki kualitas buruk. Menurut Lei Jun, tantangan itu yang sulit. Di Xiaomi, kata dia, meski produk yang dijual murah, kualitas tetap tak bisa ditawar.

“Bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia itu lebih mengenal kami. Ini sulit. Karena umumnya yang ada dibenak konsumen itu, barang yang di jual murah pasti tak berkualitas. Padahal kami tidak seperti itu. Kami justru ingin memberikan kualitas yang terbaik untuk konsumen,” terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Xiaomi
  3. Lei Jun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini