Menurut Ganjar, Indonesia sendiri dalam hal ini adalah swasta pada dasarnya telah memiliki industri ponsel sendiri.
Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons terkait pertanyaan panelis dalam debat capres 2024 tentang kedaulatan teknologi informasi yang banyak “dihujani” HP impor. Nilainya pun mencapai Rp 30 Triliun.
Menurut Ganjar, Indonesia sendiri dalam hal ini adalah swasta pada dasarnya telah memiliki industri ponsel sendiri. Ada pabrik HP asal Indonesia yang sudah dibangun.
“Kita punya industri swasta untuk gadget. Pabriknya ada di semarang. Harganya terjangkau dan lebih murah. Kalau itu masuk katalog kita, sebenarnya kita bisa membantu dia,” ungkap Ganjar.
Advertisement
Solusi yang kedua terkait impor HP itu ialah menugaskan PT LEN. Dulu kata dia, sempat ada wacana 1 perangkat laptop bisa dibeli masyarakat dengan harga maksimal Rp 1 juta.
Menurutnya, sayang kalau ini tidak bisa dipastikan tanpa penugasan dari pemerintah, perkara ini tidak pernah selesai.
“Kalau tidak salah, dulu pernah akan dibuat ini. 1 komputer, laptop seharga maksimum Rp 1 juta. Sayang, kalau ini tidak kita pastikan tanpa penugasan dari pemerintah, tidak pernah selesai,” ujar Ganjar.
Advertisement
“Di India pernah dilakukan. Sehingga transofrmasi pengetahuna, teknologinya, itu bisa dilakukan dan kita akan mendapatkan nilai tambah. Dan kita tidak lagi bergantung,” jelas dia.