5 Operator pastikan layanan provider tetap normal pasca gempa
Merdeka.com - Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Ritcher guncang Aceh menjelang salat subuh pada pukul 05.03 WIB, Rabu (7/12) pagi tadi. Dilaporkan ada 18 orang meninggal dan sejumlah orang luka-luka.
Dalam kondisi seperti ini, berbagai operator seluler bahu-membahu untuk tetap memberikan layanan terbaik demi kelancaran komunikasi yang tentu dibutuhkan di saat seperti ini. Berbagai operator papan atas pun memberikan pernyataannya untuk tetap melayani di tengah kondisi seperti ini. Seperti keterangan yang didapat Merdeka.com, Telkomsel, Indosat ooredoo, Tri, XL, dan Smartfren, kelima-limanya memastikan layanan mereka aman.
Telkomsel melalui juru bicaranya, Adita Irawati yang juga Vice President Corporate Communications Telkomsel, menyatakan bela sungkawa sekaligus memperi update informasi terkini tentang jaringan Telkomsel pasca gempa: "Saat ini secara umum kondisi jaringan Telkomsel masih dapat melayani pelanggan, sekalipun beberapa BTS tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat pasokan listrik yang terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik, saat ini Telkomsel mengerahkan sebanyak 43 unit mobile genset sebagai backup. Hal ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan layanan kepada pelanggan. Tim Telkomsel saat ini terus melakukan pemantauan dan penanganan gangguan terhadap site-site yang terkena dampak gempa bumi. Telkomsel menyediakan layanan telepon gratis dan fasilitas charging HP gratis di sekitar Kantor Pemda Pidie Jaya. Saat ini Telkomsel juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menginventarisir kebutuhan masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi ini."
Selain itu, Indosat Ooredoo juga memberikan pernyataan bela sungkawa sekaligus mengerahkan berbagai bantuan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Menurut Deva Rachman, yang merupakan GH Corp Communications Indosat Ooredoo, "kami tengah mempersiapkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak atas bencana alam ini untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti semula. Indosat Ooredoo bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan baik pada saat setelah terjadi gempa maupun pasca pemulihan kondisi gempa.
Untuk memastikan layanan komunikasi para pelanggan di daerah yang terdampak, Indosat Ooredoo terus melakukan evaluasi kondisi jaringan serta layanan lainnya. Secara umum layanan Indosat oredoo masih dapat digunakan masyarakat di wilayah terdampak secara normal, walaupun terdapat tujuh BTS yang terganggu disebabkan kendala pasokan listrik dari PLN pasca gempa. Tim teknis kami di lapangan terus berupaya untuk segera memulihkan pasokan listrik tersebut sesegera mungkin serta memantau kondisi jaringan secara keseluruhan untuk dapat tetap memberikan layanan telekomunikasi dengan baik dan lancar."
Di samping pernyataan bela sungkawa, Tri melalui sang CTO yakni Desmond Cheung juga tetap melayani pelanggan secara normal. Melalui pernyataannya, sang CTO menyatakan bahwa "layanan Tri di daerah tersebut dan Aceh pada umumnya tetap beroperasi dengan normal. Tidak ada kerusakan pada infrastruktur Tri, baik BTS (Base Transceiver Station) maupun kantor Layanan beserta tim kami dalam keadaan selamat. Beberap BTS sempat tidak aktif karena pasokan listrik dari PLN padam. Namun demikian kami tetap mengupayakan BTS tersebut tetap aktif dengan pengadaan pasokan listrik dari batery dan genset.Di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya Tri memiliki total 50 BTS yang masih beroperasi dan tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
Kami tetap melakukan kordinasi dan pemantauan situasi dan kondisi infrastruktur Tri di lokasi bencana untuk memastikan seluruh layanan telekomunikasi Tri tetap normal guna mendukung aktifitas masyarakat dan upaya penanggulangan bencana.Layanan pelanggan kami 3Care di nomor 123 beroperasi 24 jam sebagai hot line service untuk memberikan informasi kondisi jaringan Tri di lokasi bencana."
XL melalui Turina farouk, Vice President Corporate Communication XL, juga mengungkapkan duka cita mendalam dan memberi sedikit update informasi jaringan XL.
"Layanan XL di daerah tersebut dan Aceh pada umumnya tetap normal. Tidak ada kerusakan pada infrastruktur XL, baik BTS (Base Transceiver Station) maupun kantor Layanan XL Center di Banda Aceh. Sebanyak 2 BTS mati, karena listrik dari PLN padam. Di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya XL memiliki total 33 BTS yang masih beroperasi dan tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
XL terus memantau kondisi di lokasi bencana untuk memastikan layanan telekomunikasi dan Data tetap normal guna mendukung aktivitas masyarakat dan upaya tanggap darurat. Selain itu, XL juga menghimpun informasi untuk keperluan penyaluran bantuan kepada masyarakat."
Terakhir, Smartfren juga memastikan tidak ada gangguan komunikasi yang terjadi di lokasi bencana tersebut. Menurut VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir SP, "jalur komunikasi Smartfren dari Banda Aceh - Lhokseumawe sampai saat ini mesih berfungsi Normal. Namun untuk memastikan kelancaran komunikasi khususnya bagi mereka yang ingin mengetahui kabar sanak dan keluarganya terkait bencana ini, Smartfren melalui network monitoring team terus melakukan pemantauan kualitas jaringan dan siap bergerak setiap saat."
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya