Transparansi Hukum
-
Politik •DPR Dorong Penerapan Restorative Justice Kasus Bullying, Pastikan Tanpa IntimidasiAnggota DPR RI Abdullah menegaskan restorative justice kasus bullying dapat diterapkan tanpa intimidasi, memastikan pemulihan korban, menyoroti kasus di Banjarbaru yang melibatkan anak pejabat.
-
News •Kejari Lombok Tengah Komitmen Redam Pengadilan Netizen, Utamakan Hukum Humanis dan TransparansiKejaksaan Negeri Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk meredam fenomena pengadilan netizen dengan mengedepankan transparansi dan penegakan hukum yang humanis, sejalan dengan program Astacita pemerintah.
-
News •Penyidikan Kasus Andrie Yunus Capai 80 Persen, Komnas HAM Ungkap Kendala UtamaKomnas HAM mengumumkan bahwa penyidikan kasus Andrie Yunus telah mencapai 80 persen, namun masih terhambat kelengkapan bukti krusial yang ditunggu dari korban.
-
Politik •Stafsus Wapres Ajak Hilangkan Kecurigaan dalam Kasus Andrie YunusStaf Khusus Wakil Presiden menyerukan agar tidak ada saling curiga antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menyikapi kasus Andrie Yunus, aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras, serta mendesak pengusutan tuntas secara transparan.
-
Politik •DPP IMM Desak Aparat Transparan Usut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie YunusDewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mendesak aparat penegak hukum untuk transparan dan akuntabel dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, guna menjaga kepercayaan publik dan memastikan kebe
-
News •Bamsoet: Fenomena 'No Viral No Justice' Peringatan Keras bagi Sistem Hukum NasionalAnggota DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan fenomena 'no viral no justice' adalah sinyal bahaya bagi sistem hukum Indonesia, menyoroti kekecewaan publik terhadap proses keadilan yang lambat.
-
Politik •DPR Desak Transparansi dan Profesionalisme dalam Proses Hukum ABK Fandi Kasus Sabu 2 TonAnggota DPR RI menuntut proses hukum yang transparan dan profesional terhadap ABK Fandi Ramadhan yang terancam hukuman mati dalam kasus dugaan penyelundupan dua ton sabu, guna memastikan keadilan.
-
News •PDIP: RUU Perampasan Aset Integral Reformasi Hukum Nasional dengan Jaminan HAMPDI Perjuangan (PDIP) menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset adalah bagian krusial dari reformasi hukum nasional yang harus menjunjung tinggi due process of law dan HAM, sejalan dengan pembahasan intensif di DPR.
-
News •Dua Oknum Polisi Polda Jambi Dijatuhi Sanksi PTDH Akibat Kasus AsusilaDua oknum polisi muda Polda Jambi, Bripda SP dan Bripda NI, dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh KKEP akibat kasus asusila. Ini putusan sidang kode etik, meski mereka banding.
-
News •Kejaksaan Bangka Tengah: Aset Sitaan Kasus Timah Masih Tahap VerifikasiKajari Bangka Tengah menegaskan aset sitaan kasus timah belum diserahkan ke Pemkab, masih dalam verifikasi Kejaksaan Agung. Simak penjelasan lengkapnya mengenai transparansi dan kepastian hukum aset sitaan ini.
-
News •Kementerian Hukum dan Pemprov Babel Perkuat Kinerja OBH untuk Bantuan Hukum GratisKantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel bersinergi memperkuat kinerja Organisasi Bantuan Hukum (OBH), demi memastikan layanan bantuan hukum gratis yang tepat sasaran dan akuntabel bagi masyarakat.
-
News •Komnas HAM Soroti Lima Kasus HAM Sulteng Belum Tuntas Sepanjang 2025Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti lima kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Sulawesi Tengah yang belum tuntas sepanjang 2025, memicu desakan keadilan bagi korban.
-
Politik •Anggota DPR: Reformasi Polri Harus Wujudkan Penanganan Kasus Lebih TerbukaAnggota DPR RI Azis Subekti menekankan pentingnya reformasi Polri untuk menciptakan sistem penanganan kasus yang lebih transparan dan akuntabel, menjawab ekspektasi publik terhadap keadilan.
-
Politik •DPR RI Dorong Kejaksaan Perkuat Objektivitas dan Transparansi Penegakan HukumAnggota DPR RI mendesak Kejaksaan Agung untuk memperkuat objektivitas dan transparansi dalam setiap proses penegakan hukum demi kepercayaan publik yang lebih baik.
-
News •Fakta Baru: Komnas HAM Papua Berhasil Periksa 2 Oknum TNI Tersangka Kasus Penembakan Warga, 'Penembakan Oknum TNI Papua' Jadi SorotanKomnas HAM RI Perwakilan Papua berhasil meminta keterangan dua oknum anggota TNI yang menjadi tersangka kasus 'Penembakan Oknum TNI Papua' di Jayapura dan Keerom. Apa yang terungkap dari pemeriksaan ini?
-
News •Terungkap 24 Adegan! Polisi Gelar Rekonstruksi Kematian Mahasiswa Unnes yang Tewas Usai DemoPolisi kembali menggelar rekonstruksi kematian mahasiswa Unnes, Iko Juliant Junior, yang meninggal usai demo. Proses ini diharapkan mengungkap fakta sebenarnya.
-
News •Praperadilan Nadiem Makarim: Sidang Perdana 3 Oktober 2025, Demi Proses Hukum yang Adil?Tim kuasa hukum Nadiem ajukan praperadilan. Sidang perdana 3 Oktober 2025, bertujuan dorong proses hukum adil dan transparan terkait penetapan tersangkanya.
-
News •Tahukah Anda? Kanwil Kemenkum Jateng Dorong Pembentukan Posbakum di Desa Grobogan untuk Akses Keadilan MerataKanwil Kemenkum Jateng serius mendorong pembentukan Posbakum di tingkat desa dan kelurahan di Grobogan. Upaya ini bertujuan mendekatkan akses keadilan dan edukasi hukum bagi masyarakat.
-
News •6 Orang Jadi Tersangka: Polres Manggarai Tetapkan Anggota Polisi dalam Kasus Penganiayaan WargaPolres Manggarai telah menetapkan enam tersangka, termasuk anggota polisi aktif dan PHL, dalam kasus penganiayaan warga di Pitak. Simak detail penanganan kasus ini.
-
News •Kemenkum DIY Luncurkan Aplikasi Kalandra, Pantau Penyuluhan Hukum Makin Mudah dan TransparanKemenkum DIY meluncurkan Aplikasi Kalandra, sebuah inovasi berbasis web untuk memantau penyuluhan hukum di tingkat kalurahan. Simak bagaimana aplikasi ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas!