regulasi kesehatan
-
News •Pemprov Papua Selatan Perkuat Sinergi untuk Percepatan Imunisasi dan Pengendalian MalariaPemerintah Provinsi Papua Selatan mengambil langkah serius dalam Percepatan Imunisasi dan Pengendalian Malaria, serta menekan angka kematian ibu dan anak melalui sinergi lintas sektor dan regulasi yang kuat.
-
News •Ombudsman RI Serius Soroti Perlindungan Dokter Magang Pasca Kematian Empat InternsipOmbudsman RI (ORI) menyoroti serius pemenuhan standar perlindungan dan keselamatan kerja bagi dokter magang menyusul wafatnya empat internsip. Investigasi menyeluruh tengah dilakukan untuk perbaikan sistem dan menjamin keselamatan para dokter muda.
-
News •HLIOS Unika Soegijapranata Rumuskan Solusi Hukum Adaptif Hadapi Tantangan Kesehatan GlobalUniversitas Katolik Soegijapranata Semarang menggelar HLIOS 2026, sebuah forum internasional yang merumuskan solusi hukum adaptif untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang kompleks.
-
News •BPOM Perkuat Kerja Sama Singapura, Dorong Regulasi Kesehatan GlobalOtoritas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) perkuat kerja sama dengan Singapura untuk meningkatkan kapasitas regulasi domestik dan inovasi kesehatan, menyusul pengakuan sebagai WHO-Listed Authority (WLA).
-
News •Kaltim Kembangkan Model Insentif Dokter Spesialis Pedalaman, Atasi Krisis Layanan KesehatanPemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui BRIDA Kaltim mengembangkan model insentif dokter spesialis pedalaman guna mengatasi krisis layanan kesehatan di daerah terpencil dan memastikan pemerataan tenaga medis berkualitas.
-
News •Komisi IX DPR Serius Pertimbangkan Larangan Vape Demi Kesehatan Generasi MudaWacana Larangan Vape menguat di DPR, Komisi IX dan BNN sepakat perlu dipertimbangkan serius demi melindungi generasi muda dari risiko kesehatan dan penyalahgunaan narkoba.
-
News •Kemenko Kumham Imipas: Putusan MK Ubah Sebagian Norma UU Kesehatan, Pemerintah Siapkan Revisi AturanKementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menyatakan dua Putusan MK Ubah UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, khususnya terkait independensi kolegium dan konsil, memicu pemerintah untuk merevisi Peraturan
-
News •Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra Dorong Organisasi Profesi Tunggal Tenaga KesehatanMenteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pentingnya pembentukan organisasi profesi tunggal tenaga kesehatan demi tata kelola yang kuat dan perlindungan publik.
-
News •BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Indonesia Pelopor Standar Mutu Vaksin GlobalBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menjadi WHO Listed Authority (WLA) untuk vaksin pada Desember 2025, menempatkan Indonesia sebagai negara berkembang pertama yang diakui dunia dalam standar mutu vaksin.
-
News •Kemenkes Sambut Putusan MK Perkuat KKI dan Kolegium, Jamin Tata Kelola Profesi Kesehatan IndependenKementerian Kesehatan menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi yang memperkuat kedudukan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Kolegium Kesehatan, menegaskan independensi serta kepastian hukum dalam tata kelola profesi kesehatan di Indonesia.
-
News •Penguatan Pengawasan BPOM Kunci Keamanan Akses Kesehatan MasyarakatBPOM menegaskan penguatan Pengawasan BPOM sebagai fondasi utama jaminan keamanan akses kesehatan masyarakat, didukung status WHO Listed Authority dan kolaborasi lintas sektor.
-
News •Rektor Unhas: Kesejahteraan Pekerja Maritim Butuh Regulasi Kesehatan Kuat, Bukan Sekadar Pengobatan!Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyoroti pentingnya regulasi kesehatan dan program promotif-preventif untuk kesejahteraan pekerja maritim, melampaui fokus pada pengobatan.
-
News •Fakta Baru: Kemenkumham Kalsel Sempurnakan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok Banjarmasin, Perda Lama Tak Sesuai UU Kesehatan?Kemenkumham Kalsel turun tangan menyempurnakan regulasi Kawasan Tanpa Rokok Banjarmasin. Perda lama dinilai tak relevan, akankah perlindungan masyarakat makin kuat?
-
News •Ternyata Ini Kunci! Gubernur Dorong Sinergi Rumah Sakit Babel Demi Pelayanan Kesehatan OptimalGubernur Hidayat Arsani menekankan pentingnya sinergi rumah sakit Babel untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Apa saja tantangan dan harapan di balik dorongan ini?