Makassar, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja di sektor maritim sangat bergantung pada regulasi kesehatan yang komprehensif. Ia juga menekankan pentingnya upaya program promotif dan preventif dalam bidang kesehatan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi internasional di Makassar, Rabu.
Jamaluddin Jompa menjelaskan bahwa kesejahteraan para pekerja tidak hanya dapat dicapai melalui pelayanan kuratif atau pengobatan semata. Namun, hal tersebut juga membutuhkan kehadiran kebijakan yang kuat, upaya promosi kesehatan yang gencar, serta pencegahan penyakit yang efektif. Sektor maritim, menurutnya, tidak bisa dipisahkan dari isu kesehatan masyarakat yang lebih luas.
Pandangan ini disampaikan dalam 2nd International Conference On Safety and Public Health yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas. Konferensi yang berlangsung pada 15-16 Oktober 2025 ini mengusung tema "Global Research and Innovation for Safety and Public Health". Acara ini menjadi wadah penting untuk membahas tantangan kesehatan di berbagai sektor, termasuk maritim.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Regulasi Kesehatan bagi Pekerja Maritim
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, secara tegas menyatakan bahwa peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor maritim, sangat erat kaitannya dengan isu kesehatan masyarakat. Ia menyoroti kondisi khusus yang dihadapi oleh kelompok ini. "Masyarakat pesisir dan pekerja di laut seperti nelayan memiliki kondisi kerja dan lingkungan hidup yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan mereka," ujarnya.
Kondisi lingkungan yang keras dan risiko pekerjaan yang tinggi membuat mereka rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan yang holistik sangat diperlukan. Fokus tidak hanya pada penanganan penyakit setelah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
Jamaluddin Jompa menekankan bahwa kunci dari konferensi ini adalah berbagi pengetahuan dan belajar sebagai tujuan utama. Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai masyarakat yang sejahtera dan bahagia melalui kolaborasi lintas bidang. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi esensial untuk merumuskan solusi yang tepat.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Inovasi untuk Kesehatan Global
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Sukri Palutturi, turut menegaskan komitmen institusinya. Komitmen tersebut meliputi pendidikan kesehatan masyarakat dan pelayanan kepada komunitas dalam menghadapi tantangan kompleks kesehatan global. FKM Unhas berupaya menjadi garda terdepan dalam menghasilkan inovasi di bidang ini.
Sukri Palutturi memiliki keyakinan kuat terhadap dampak positif konferensi ini. "Saya sangat yakin bahwa wawasan yang diperoleh selama konferensi ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya global menuju hasil kesehatan yang lebih baik," ujarnya. Pertukaran ide dan temuan riset diharapkan dapat memicu solusi-solusi baru.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang tidak hanya untuk berbagi ilmu, tetapi juga menghasilkan riset inovatif. Fokus riset tersebut adalah di bidang keselamatan dan kesehatan masyarakat. Inovasi ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan kesehatan yang terus berkembang di era modern.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Pemerintah dan Akademisi
Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari, juga menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti pentingnya pertukaran gagasan mengenai isu keselamatan dan kesehatan di era mobilitas urban. Selain itu, ia juga menekankan kesiapan sistem tangguh berbasis riset dan pencegahan.
Ichsan Mustari menyoroti peran strategi berbasis digital dan kolaborasi untuk membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi digital dapat mempercepat penyebaran informasi kesehatan dan mempermudah akses layanan. Kolaborasi antarpihak juga krusial untuk implementasi kebijakan yang efektif.
"Universitas Hasanuddin diakui memiliki peran penting dalam menghasilkan riset yang berdampak nyata pada kebijakan publik, dan sinergi pemerintah, akademisi, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan konferensi ini," ujarnya. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews