FPCI
-
News •China Soroti Tiga Tantangan Utama Tata Kelola Iklim GlobalUtusan Khusus Perubahan Iklim China Liu Zhenmin mengidentifikasi tiga tantangan utama tata kelola iklim global dalam Indonesia Net Zero Summit 2026.
-
News •Dino Patti Djalal: Perubahan Iklim Harus Jadi Prioritas Utama DuniaPendiri FPCI Dino Patti Djalal menekankan bahwa perubahan iklim harus menjadi prioritas utama dunia karena dampaknya yang luas, mendesak tindakan konkret hingga 2030.
-
News •FPCI Ajukan Lima Rekomendasi Kunci Akselerasi PLTS 100 GWForeign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengajukan lima rekomendasi strategis kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, demi ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
-
News •Dino Patti Djalal Ingatkan Pentingnya Tegaskan Solusi Dua Negara Palestina di Dewan PerdamaianPendiri FPCI Dino Patti Djalal mendesak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia konsisten menegaskan prinsip Solusi Dua Negara Palestina di forum global, khususnya Dewan Perdamaian. Hal ini krusial untuk kemerdekaan Palestina.
-
News •Imperialisme AS Era Trump Percepat Lahirnya Tatanan Dunia Baru, FPCI Soroti Peran IndonesiaKetua FPCI Dino Patti Djalal mengungkapkan kebijakan imperialisme AS di era Trump telah mempercepat kemunculan Tatanan Dunia Baru. Indonesia perlu memahami ambisinya di tengah transisi global ini.
-
Ekonomi •CIFP 2025, Dino Patti Djalal: Dunia Alami Keruntuhan Tatanan dan Era Ketidakpastian Baru Telah DimulaiDalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa tatanan dunia yang berbasis pada aturan kini sedang mengalami keruntuhan.
-
News •Dino Patti Djalal: Tatanan Baru Dunia Ditandai Berakhirnya Dominasi Barat dan Kebangkitan Kekuatan MenengahPendiri FPCI, Dino Patti Djalal, mengungkap ciri-ciri tatanan baru dunia yang ditandai berakhirnya dominasi Barat dan era unipolar AS, serta kebangkitan kekuatan menengah yang akan berperan penting.
-
News •Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Jadi Perancang Utama Tatanan Dunia BerikutnyaPendiri FPCI Dino Patti Djalal menyerukan Indonesia mengambil peran krusial dalam merancang Tatanan Dunia Berikutnya, menyoroti pergeseran kekuatan global dan rapuhnya sistem multilateral.
-
News •FPCI: Mandat PBB Harus Tegas untuk Pasukan Internasional di GazaOrganisasi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mendesak kejelasan **mandat PBB** bagi **pasukan internasional** di **Gaza**, memastikan keamanan dan efektivitas misi perdamaian yang krusial. Ini penting sebelum pengiriman pasukan.
-
News •Mantan Dubes RI Peringatkan: Tatanan Internasional Berbasis Aturan Terancam Runtuh, Keadilan Global MemudarMantan Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal, memperingatkan bahwa tatanan internasional berbasis aturan kian kehilangan kredibilitas dan terancam runtuh akibat ketidaksetaraan serta bangkitnya nasionalisme sempit.
-
News •Fakta Unik: Sukses UNCLOS 1982, Pentingnya Diplomat RI Aktif di Forum Intelektual GlobalPendiri FPCI Dino Patti Djalal menekankan pentingnya Diplomat RI aktif di forum intelektual global, berkaca dari sukses UNCLOS 1982. Mengapa ini krusial bagi diplomasi nasional?
-
News •Trivia: Sejak 2014, Jepang Perkuat Kemitraan Jepang ASEAN Lewat Transfer Alutsista ke 6 NegaraAkademisi Jepang menegaskan pentingnya penguatan Kemitraan Jepang ASEAN, terutama di sektor pertahanan, untuk menghadapi ancaman baru dan menjaga stabilitas kawasan.
-
News •Tahukah Anda? Akademisi Singapura Ungkap Kunci Utama Peran Warga Cegah Korupsi dan Bangun Tata Kelola BaikAkademisi terkemuka dari Singapura membeberkan strategi komprehensif peran warga cegah korupsi di pemerintahan. Temukan bagaimana koalisi masyarakat sipil bisa menjadi kekuatan utama!
-
News •Marty Natalegawa: Meski 'Obituari' Sudah Ditulis Berkali-kali, Transformasi ASEAN Kunci Bertahan Hadapi TantanganMantan Menlu Marty Natalegawa tegaskan Transformasi ASEAN menjadi faktor utama organisasi ini terus bertahan dan relevan, membantah pesimisme yang kerap muncul.
-
News •Bukan Sekadar Geopolitik, Mengapa Sentralitas ASEAN Justru Berpusat pada Rakyat?Mantan Menlu Marty Natalegawa menegaskan **Sentralitas ASEAN** harus relevan bagi masyarakat, bukan hanya geopolitik. Ia menekankan pentingnya partisipasi publik untuk keberlanjutan organisasi regional.
-
News •Fakta Transaksi Rp1,66 Triliun: Integrasi Pembayaran QR ASEAN Dinilai Tepat Perkuat Ekonomi Digital KawasanIntegrasi pembayaran QR ASEAN dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi digital kawasan, terbukti dengan transaksi lintas negara mencapai Rp1,66 triliun dan potensi besar bagi UMKM.
-
News •FPCI: Mengapa Persatuan Akar Rumput ASEAN Kunci Kekuatan Kawasan? Ternyata Tak Cukup Hanya Pemerintah yang AkurPendiri FPCI, Dino Patti Djalal, menegaskan Persatuan Akar Rumput ASEAN adalah fondasi krusial bagi kekuatan kawasan. Mengapa kolaborasi masyarakat sipil sangat vital?
-
Politik •Mengulang Jejak Sang Ayah, Prabowo di PBB Lanjutkan Tradisi Diplomasi Keluarga yang BersejarahPresiden Prabowo di PBB akan berpidato di Sidang Umum ke-80, melanjutkan tradisi diplomasi keluarga yang pernah diukir sang ayah, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Apa pesannya?
-
News •Tahukah Anda? Dino Patti Djalal Gaungkan 'Abrahamic Plea Gaza' untuk Gencatan Senjata KemanusiaanMantan Dubes RI Dino Patti Djalal memprakarsai 'Abrahamic Plea Gaza', sebuah desakan gencatan senjata oleh tiga pemimpin agama samawi demi perdamaian di Jalur Gaza. Apa tujuan utamanya?
-
Dunia •Hasil Survei: Negara-Negara Selatan Tidak Lagi Melihat AS Sebagai Pelindung Tatanan DuniaDi sisi lain, pandangan terhadap China positif. Brazil memiliki 77%, dan Afrika Selatan 73% responden yang memberi nilai positif terhadap pengaruh China.