Awan Cumulonimbus
-
News •BMKG: Hujan Lebat Jateng Selatan Berpotensi Berlanjut hingga Akhir Mei 2026Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jateng Selatan masih akan terjadi hingga akhir Mei 2026, meskipun beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau.
-
News •BMKG Catat 392 Ribu Sambaran Petir di Bali Sepanjang Januari 2026, Ini PenjelasannyaBMKG Stasiun Geofisika Denpasar merilis data sambaran petir di Bali selama Januari 2026 yang mencapai ratusan ribu kali. Ketahui detail dan potensi bahayanya dari fenomena ini.
-
News •Awan Cumulonimbus Tebal Terdeteksi BMKG Saat Upaya Pendaratan ATR 42-500Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya awan cumulonimbus tebal di Maros saat pesawat ATR 42-500 mengalami insiden pendaratan. Kondisi cuaca ini menjadi sorotan penting dalam penyelidikan awal.
-
News •BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Laut NTT Capai 2,5 Meter Hingga 14 Januari 2026Waspada! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gelombang laut NTT setinggi 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur hingga 14 Januari 2026. Simak wilayah terdampak dan imbauan lengkapnya agar perjalanan laut tet
-
News •BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Kalteng: Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Hingga SepekanBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Tengah untuk mewaspadai potensi Cuaca Ekstrem Kalteng berupa hujan lebat dan angin kencang hingga sepekan ke depan.
-
News •Mengejutkan! BMKG Jelaskan Fenomena Hujan Es Langka di Kotim, Warga Tak Perlu PanikBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan fenomena hujan es yang terjadi bersifat lokal dan aman. Simak penjelasan ilmiah mengapa peristiwa langka ini muncul dan apakah ada potensi bahaya.
-
News •Misteri Terjawab: Kilatan Cahaya Gunung Aktif di Garut Hanya Fenomena Alam Biasa, Bukan Tanda Erupsi!BPBD Garut tegaskan kilatan cahaya gunung aktif di Gunung Guntur dan Papandayan adalah fenomena alam awan Cumulonimbus, bukan erupsi. Jangan panik!
-
Trending •Kenapa Hujan Es Bisa Terjadi di Indonesia? Ternyata Ini AlasannyaPenyebab hujan es yang belum lama ini terjadi di Yogyakarta.
-
News •BMKG Prakirakan Ada Potensi Awan Cumulonimbus Ganggu Penerbangan RI hingga 2 JanuariAdapun cakupan persentase spasial maksimum terkadang antara 50% hingga 75% wilayah.
-
News •Awan cumulonimbus bikin 6 warga Bali tewas tersambar petirAwan tersebut berwarna hitam luas, banyak dan besar, biasanya disertai juga angin kencang.
-
News •Pilot: Komentar pengamat soal cumulonimbus bisa bikin sakit jiwa"Padahal awan cumulonimbus adalah sahabat dari penerbangan. Dia ada dan kami juga ada, dia sahabat kami," kata Dwi.