Badan Meteorologi Dan Klimatologi Geodisika (BMKG) mengatakan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah udara Indonesia selama tanggal Desember 2022 hingga 2 Januari 2023. Hal tersebut menyebabkan penerbangan di Indonesia mengalami gangguan.
Adapun cakupan persentase spasial maksimum terkadang antara 50% hingga 75% wilayah.
"Pertumbuhan awan cumulonimbus diprediksikan terjadi di laut Andaman, laut Sulu, laut Filipina, Samudra Pasifik utara pulau Papua, Samudra Hindia selatan pulau Jawa hingga barat pulau Sumatera, Selat Sunda, Laut Jawa, selat Makassar, laut Maluku, laut Banda, laut Aru, laut Arafuru, laut Timor, teluk Carpentaria dan sebagian kecil pulau Papua," papar kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Kamis (29/12).
Advertisement
Kemudian, dikatakan Dwi sebanyak 75% akan sering terjadi awan cumulonimbus mulai dari laut Cina Selatan, laut Sulu, laut Filipina, Selat Sunda, laut Jawa, laut Timur dan teluk Carpentaria.
Kendati itu, Kepala BMKG juga telah berkordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langkah mitigasinya. Salah satunya adalah dengan melakukan modifikasi cuaca
"Kemenhub, Kepala BNPB juga pimpinan di BRIN bersama kami dan juga beberapa pihak terkait telah menyiapkan beberapa langkah antara lain pengaturan penerbangan dan yang itu mungkin tepatnya nanti di Kementerian perhubungan dan sedang disiapkan teknologi modifikasi cuaca" ucapnya.