Serunya Lubuk Larangan, Tradisi Unik Tangkap Ikan Sambut Lebaran

Jumat, 22 Mei 2020 14:00 Reporter : Fatimah Rahmawati
Serunya Lubuk Larangan, Tradisi Unik Tangkap Ikan Sambut Lebaran Serunya Lubuk Larangan, Tradisi Unik Tangkap Ikan Sambut Lebaran. medanbisnisdaily.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada sebuah tradisi tahunan yang digelar oleh masyarakat di Sumatera Utara khususnya di Mandailing Natal. Tradisi ini bernama Lubuk Larangan.

Lubuk Larangan merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu dan masih dilestarikan oleh masyarakat hingga kini. Dalam tradisi ini, masyarakat Mandailing Natal akan beramai-ramai menangkap ikan di sungai yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Tradisi ini sangat populer, bahkan hingga ke daerah lain.

1 dari 5 halaman

Tempat Dilarang Mengambil Ikan

serunya lubuk larangan tradisi unik tangkap ikan sambut lebaran

Sumber: medanbisnisdaily.com ©2020 Merdeka.com

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Lubuk Larangan adalah sebuah kearifan lokal masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan. Lubuk Larangan merupakan sebuah wilayah yang berada di sungai yang disepakati oleh masyarakat bersama lembaga adat, di mana di tempat yang telah disepakati tersebut dilarang untuk mengambil ikan yang ada di dalamnya.

2 dari 5 halaman

Masa Panen Ditentukan

Dalam tradisi ini, untuk panen di Lubuk Larangan waktunya telah ditentukan bersama. Ada yang jangka waktunya selama 1 tahun, 2 tahun bahkan ada yang lebih. Kemudian panen dilaksanakan secara bersama oleh masyarakat, baik tua maupun muda.

Biasanya, ada berbagai macam ikan yang bisa ditangkap saat Lubuk Larangan, seperti ikan semah, ikan garing, ikan dalum, ikan belido, dan beberapa jenis ikan lainnya.

3 dari 5 halaman

Peralatan yang Ramah Lingkungan

serunya lubuk larangan tradisi unik tangkap ikan sambut lebaran

Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Meski dilakukan secara bersama-sama, namun pelaksanaan panen pun ada aturan yang disepakati bersama. Masyarakat tidak ingin merusak alam yang telah mereka jaga tersebut. Masyarakat tidak boleh memanen lebih dari 2 lampu petromaks, tidak boleh menggunakan jala yang melebihi lebar sungai, serta tidak boleh menebarkan racun.

Peralatan yang digunakan dalam memanen ikan di Lubuk Larangan dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan sekitarnya. Ikan ditangkap menggunakan peralatan tradisional seperti jaring yang berukuran tiga jari. Hal ini bertujuan agar ikan-ikan berukuran kecil tidak tertangkap sehingga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan bertelur.

Masyarakat juga menggunakan sampan untuk menangkap ikan, sehingga peralatan yang digunakan tersebut sangat ramah terhadap lingkungan dan tidak akan memberikan dampak negatif pada sungai ataupun ikan-ikan yang ada.

4 dari 5 halaman

Ada Sanksi Jika Melanggar Kesepakatan Adat

Masih dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, ada hukum adat yang telah disepakati bila masyarakat melanggar aturan dalam tradisi ini. Masyarakat harus membayar denda adat berupa selemak manis, atau mengganti dengan seekor kerbau, kambing dan lain sebagainya.

Akan tetapi, yang paling ditakuti oleh masyarakat adalah hukuman adat yang disebabkan oleh sumpah nenek moyang mereka yang dikenal dengan Biso Kawi. Hukuman ini akan membuat masyarakat yang melanggar aturan akan terkena musibah sepanjang hidupnya.

5 dari 5 halaman

Memiliki Manfaat untuk Alam

serunya lubuk larangan tradisi unik tangkap ikan sambut lebaran

Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Lubuk Larangan memiliki fungsi yang sangat beragam, yaitu menjaga kelestarian hutan, air, tanah serta melestarikan adat istiadat setempat. Tradisi ini pun dapat bernilai secara ekonomis dan menjadi perekat kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat setempat.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini