Berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, Wisata Literasi dan Ruang Baca di Bukittinggi

Berdirinya bangunan ini menjadi bentuk kegelisahan Taufiq Ismail karena budaya membaca di Indonesia rendah.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, Wisata Literasi dan Ruang Baca di Bukittinggi
Berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, Wisata Literasi dan Ruang Baca di Bukittinggi (Merdeka.com)

Destinasi wisata di Indonesia begitu beragam, mulai dari wisata alam hingga wisata edukasi. Berbicara wisata edukasi, tak lepas dari tempat-tempat yang penuh dengan pembelajaran maupun peninggalan sejarah di masa lampau.

Di Indonesia, salah satu wisata edukasi yang cukup terkenal ada di Mentawai yang bernama Museum Kata Andrea Hirata, sang penulis novel Laskar Pelangi. Tak hanya itu, di Provinsi Sumatra Barat tepatnya Bukittinggi ada sebuah rumah dengan ragam koleksi buku, yaitu Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Selain membaca koleksi karya Taufiq Ismail, pengunjung juga bisa ikut program yang digelar oleh pengelola tempat tersebut yang pastinya bisa menjadi media belajar literasi dan meningkatkan minat baca.

Penasaran dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail di Bukitinggi? Simak ulasannya yang dirangkum merdeka.com berikut ini.

Profil Singkat

Sebelum melangkah jauh soal rumah puisi, lantas siapakah Taufiq Ismail? Beliau adalah seorang sastrawan Indonesia yang lahir di Bukittinggi pada tahun 1935. Sejak kecil, ia sudah gemar membaca dan memiliki cita-cita menjadi seorang sastrawan saat dewasa.

Cita-citanya itu tercapai ketika dirinya sudah dewasa. Ia berhasil melahirkan karya-karya sajak dan puisi serta beberapa karangan terjemahan. Beberapa karyanya ini kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti Arab, Inggris, Jepang, hingga Prancis.

Taufiq kerap membacakan hasil tulisannya di berbagai tempat, baik itu di dalam atau luar negeri. Bahkan, ia terkadang membacakan puisi-puisi yang berkaitan dengan peristiwa, salah satunya peristiwa Rezim Soeharto.

Rumah Puisi

Di tanah kelahirannya, telah berdiri sebuah bangunan bernama Rumah Puisi Taufiq Ismail yang bertujuan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi dan wadah bagi masyarakat maupun wisatawan untuk membaca koleksi buku yang ada di tempat ini.

Berdirinya bangunan ini menjadi bentuk kegelisahan Taufiq Ismail akan budaya membaca di Indonesia yang masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lokasinya berada di Jalan Padang Bukittinggi KM 6, Aie Angek, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar. Di sini, pengunjung bisa melihat perpustakaan dengan ribuan koleksinya, ruang baca, dan lain sebagainya.

(Foto: Instagram/rumahpuisi_ti)

Di Rumah Puisi Taufiq Ismail ini ada dua program yang dijalankan oleh pihak pengelola, yaitu Siswa Sanggar Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Tahfiz Qur'an. Kedua program ini dibentuk untuk menjadi wadah dan tempat belajar dalam meningkatkan literasi dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan benar.

Potensi Destinasi Wisata

Mengutip Buku Antologi Esai Wisata Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail, selain meningkatkan minat baca bagi masyarakat, tempat ini juga berpotensi menjadi objek wisata di Aie Angek.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pengunjung bisa melihat langsung kedua program di Rumah Puisi Taufiq Ismail dan menjadikan kawasan tersebut sebagai desa wisata dengan ciri khas dan keunikannya sehingga meningkatkan ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.

Di Rumah Puisi Taufiq Ismail para pengunjung akan dibuat betah karena sepanjang jalan masuk dan halaman rumah terdapat kutipan-kutipan kalimat sastra dari sastrawan dan budayawan ternama Indonesia. Selain itu, lingkungannya asri dan bisa melihat pemandangan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi.

Rekomendasi