Menjadi seorang penghafal Al-Qur'an (hafizh) bisa dibilang merupakan impian semua umat Muslim. Namun, menjadi hafizh bukan lah hal yang mudah.
Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan niat seorang pria penyandang tunanetra di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) satu ini. Namanya Muhammad Iqbal.
Iqbal, sapaan akrabnya, merupakan penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Medan. Saat ini, Ia tengah menekuni belajar dan menghafalkan Al-Qur'an.
"Saya belajar Al-Qur'an braille sejak tahun 2017. Dan diajari oleh guru yang bernama Bapak Norman Ritonga, yang kebetulan beliau guru mengajar Al-Qur'an braille di Pertuni Medan," ujarnya.
Sebelum tahun 2017, Iqbal mengaku belum bisa membaca Al-Qur'an braille. Saat itu Ia hanya bisa membaca huruf latin. Namun, Ia kemudian termotivasi untuk belajar membaca Al-Qur'an lewat Al-Qur'an braille dari gurunya tersebut.
Saat ditanya apa motivasinya belajar Al-Qur'an, Iqbal mengaku tak hanya ingin mengejar kebaikan di dunia, tapi juga di akhirat.
"Guru saya mengajarkan, kalau kita hanya mengejar duniawi tidak akan dapat akhirat. Nah saya belajar Al-Qur'an berikut dengan tajwid-tajwid nya itu semua untuk mendapatkan akhirat," akunya.
Melansir dari akun YouTube Info Sumut, berikut kisah Muhammad Iqbal selengkapnya.
Advertisement
Belajar Membaca Al-Quran Braille
Iqbal mengaku belajar Al-Qur'an dari Al-Qur'an braille. Ia mengaku, selama bisa mengenal dan membaca lancar huruf latin, maka tak ada kendala dalam belajar membaca Al-Qur'an braille.
"Alhamdulillah tidak ada kendala, karena kalau kita belajar Al-Qur'an braille kami yang tunanetra, selama bisa mengenal huruf latin dan lancar membaca huruf latin maka tinggal menyesuaikan di Al-Qur'an braille," katanya.
Meski begitu, bukan berarti belajar membaca Al-Qur'an braille tak ada kendala atau tantangan. Iqbal mengaku Al-Qur'an braille terkadang ada kesalahan dalam penulisan yang membuat Ia kadang kesulitan saat membaca.
"Kesulitannya kadang di dalam penulisan Al-Qur'an braille ini ada yang salah tulis titik. Kadang kami baca mad, taunya bukan itu bacaannya. Seharusnya mad panjang, tak taunya bukan mad panjang," ujarnya.
Advertisement
Ingin Jadi Hafizh Al-Quran
Usai belajar Al-Qur'an, Iqbal mengaku dirinya merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Selain itu, Ia merasa mendapatkan banyak ilmu yang sangat berguna untuk menjalani kehidupan. Saat ini, Iqbal bahkan sudah mulai untuk menghafalkan Al-Qur'an. Ia memiliki impian menjadi hafizh Al-Qur'an. Di samping keterbatasannya, Ia sudah bisa menghafal Al-Qur'an sebanyak 2 juz. "Alhamdulillah sampai saat ini 2 juz. Proses menghafalnya melalui Al-Qur'an ini dan ketika sudah hafal satu ayat misalnya, itu diulangnya dengan cara menghidupkan Mp3. Masukkan memori ke music box lalu diputar," ujarnya.Ke depannya, Iqbal mengaku bercita-cita untuk mengikuti perlombaan MTQ untuk umum. Ia ingin bisa bersaing dengan para hafizh yang bukan dari kalangan tunanetra. "Harapan saya ke depan saya ingin ikut MTQ umum, karena tahun 2017 kemarin kan ikut MTQ juga tapi dalam perlombaan FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) di Surabaya. Nah itu kan untuk tunanetra se-Indonesia. Nah saya maunya ikut yang umum. Saya ingin bersaing dengan orang-orang yang bisa melihat," ujarnya.