Kondisi Cuaca Lembap Bisa Buat Kondisi Kulit Jadi Lebih Sensitif, Pastikan untuk Melindunginya

Kondisi pancaroba yang terjadi beberapa waktu terakhir ini menyebabkan cuaca menjadi lembap dan bisa berdampak membuat kulit jadi lebih sensitif.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Kondisi Cuaca Lembap Bisa Buat Kondisi Kulit Jadi Lebih Sensitif, Pastikan untuk Melindunginya
Kondisi Cuaca Lembap Bisa Buat Kondisi Kulit Jadi Lebih Sensitif, Pastikan untuk Melindunginya (Merdeka.com)

Kondisi pancaroba yang terjadi beberapa waktu terakhir ini menyebabkan cuaca menjadi lembap dan bisa berdampak membuat kulit jadi lebih sensitif.

Cuaca lembap dapat berdampak signifikan pada kesehatan kulit, membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, seorang dokter spesialis kulit dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski).


"Selama cuaca hujan atau kondisi lembap lainnya, kulit cenderung menjadi lebih sensitif karena beberapa alasan fisiologis yang kompleks," terang dr. Arini dilansir dari Antara.

Dampak Cuaca Ekstrem pada Kulit

Cuaca ekstrem, seperti yang sering terjadi di kota besar seperti Jakarta, berdampak pada kesehatan kulit masyarakat. Ketika cuaca panas dan kering, kulit rentan mengalami dehidrasi dan sensitivitas tinggi. Kondisi ini dapat memperburuk masalah kulit seperti eksim dan psoriasis, serta mempercepat penuaan kulit yang ditandai dengan munculnya garis halus dan kehilangan elastisitas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebaliknya, hujan lebat dan tingkat kelembapan tinggi mendukung pertumbuhan jamur dan dapat memperburuk jerawat akibat produksi minyak berlebihan.

"Kelembapan tinggi dapat mengganggu fungsi lapisan kulit alami," kata Dr. Arini. Lapisan kulit yang berfungsi sebagai penghalang alami menjadi terganggu, membuat kulit lebih rentan terhadap penetrasi bahan kimia, polutan, atau alergen dari udara dan lingkungan sekitar.

Pengaruh Kelembapan Tinggi pada Kondisi Kulit

Kelembapan tinggi juga dapat memperburuk kondisi kulit tertentu seperti eksim atau dermatitis kontak. Pada kondisi ini, kulit menjadi lebih reaktif terhadap rangsangan yang biasanya tidak menyebabkan masalah pada kulit yang lebih stabil. Selain itu, kelembapan yang tinggi mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur di kulit, yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan.

Sensitivitas kulit juga dapat meningkat akibat reaksi inflamasi yang lebih besar pada kondisi lembap. Sistem kekebalan tubuh kulit mungkin menjadi lebih aktif dalam merespons stimulus lingkungan, yang dapat menghasilkan reaksi seperti kemerahan, gatal, atau sensasi terbakar.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit di Cuaca Lembap

Tips Menjaga Kesehatan Kulit di Cuaca Lembap
Dok. Istimewa

Untuk menjaga kesehatan kulit, baik saat cuaca lembap maupun kering, Dr. Arini menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

"Sinar UVA yang meresap ke dalam kulit dapat menyebabkan penuaan dini serta peningkatan risiko kanker kulit," jelasnya. UVB, di sisi lain, menyebabkan kulit terbakar matahari, yang ditandai dengan kemerahan, peradangan, dan rasa panas pada kulit.

"Meskipun cuaca hujan sering kali membuat kita merasa aman dari paparan langsung sinar matahari, sinar ultraviolet (UV) masih tetap ada dan berpotensi merusak kulit kita," tambah Dr. Arini. Sinar UV terdiri dari dua jenis utama, yaitu UVA dan UVB, yang keduanya memiliki efek berbahaya bagi kulit.

Selain penggunaan tabir surya, masyarakat juga perlu mewaspadai tanda-tanda infeksi kulit seperti kemerahan, bengkak, atau gatal yang intens. Jika gejala tersebut muncul, Dr. Arini menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Rekomendasi