Mengenal ALS, Penyakit Diidap Eric Dane Bintang Grey's Anatomy Sebelum Meninggal Duna

Sebelum wafat, Eric Dane berjuang melawan penyakit ALS yang menyebabkan ketidakmampuan fungsi pada bagian kanan tubuhnya.

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria - Reporter
Mengenal ALS, Penyakit Diidap Eric Dane Bintang Grey's Anatomy Sebelum Meninggal Duna
Eric Dane sebelum meninggal mengidap penyakit ALS yang serang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. (Foto: Tangkapan Layar Instagram Real Eric Dane) (© 2026 Liputan6.com)

Eric Dane telah meninggal dunia sekitar satu bulan setelah mengumumkan kepada publik bahwa ia didiagnosis mengidap penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS), yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig. Aktor yang terkenal berkat perannya sebagai dokter Mark Sloan dalam serial televisi Grey's Anatomy ini meninggal pada usia 53 tahun.

"Dengan berat hati, kami menyampaikan bahwa Eric Dane meninggal dunia pada Kamis sore setelah berjuang dengan berani melawan ALS," ungkap keluarga dalam pernyataan yang dikutip dari People pada Jumat, 20 Februari 2026. "Di waktu terakhirnya, ia dikelilingi oleh orang-orang terkasih, termasuk istrinya yang setia dan kedua putrinya yang cantik, Billie dan Georgia, yang merupakan pusat dunianya," lanjut pernyataan tersebut.

Keluarga juga menambahkan bahwa setelah Eric mengetahui tentang penyakit ALS yang dideritanya, ia sangat bersemangat untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit ini. Ia bahkan terlibat dalam penelitian untuk membantu orang lain yang menghadapi kondisi serupa. "Ia bertekad untuk membuat perbedaan bagi orang lain yang menghadapi perjuangan yang sama," kata keluarga. Dalam situasi yang sulit ini, mereka juga meminta agar privasi mereka dihormati.

Mengenal ALS Dialami Eric Dane

Mengenal ALS, Penyakit yang Diidap Eric Dane Bintang Grey's Anatomy Sebelum Meninggal Dunia
Eric Dane sebelum meninggal mengidap penyakit ALS yang serang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. (Foto: Tangkapan Layar Instagram Real Eric Dane) © 2026 Liputan6.com

Pada bulan April 2025, Eric Dane mengumumkan kepada publik bahwa ia telah didiagnosis menderita ALS, sebuah penyakit degeneratif yang langka dan menyerang sel-sel saraf di otak serta sumsum tulang belakang. Selama penampilannya di televisi dan media sosial, Dane kerap membagikan tantangan yang dihadapinya akibat penyakit ini, serta mengadvokasi untuk meningkatkan kesadaran dan penelitian mengenai ALS.

"Saya tidak akan pernah melupakan tiga huruf itu," ungkapnya kepada Diane Sawyer dalam program Good Morning America saat membahas perubahan yang terjadi dalam hidupnya setelah menerima diagnosis tersebut. "Itu menghantui saya sejak saya bangun. Ini bukan mimpi." Penyakit ALS menyebabkan sisi kanan tubuhnya tidak berfungsi, sedangkan sisi kirinya masih dapat bergerak, meskipun ia mengalami kesulitan dalam mengendalikan aktivitas yang biasanya dapat ia lakukan dengan mudah. "Saya berjuang sekuat tenaga. Ada begitu banyak hal yang di luar kendali saya," tambahnya.

Penyakit ALS Menyerang Sel-sel Saraf di Otak serta Sumsum Tulang Belakang

ALS merupakan suatu penyakit neurodegeneratif yang berdampak pada sel-sel saraf (neuron) di otak dan sumsum tulang belakang. Seperti yang dialami oleh Eric Dane, penyakit ini mengganggu kontrol terhadap otot. Gejala penyakit ini cenderung semakin parah seiring berjalannya waktu, seperti yang disebutkan dalam Cleveland Clinic. Penderita ALS biasanya akan mengalami kelemahan otot serta kedutan yang memengaruhi kemampuan mereka untuk berjalan, meraih benda, mengunyah, dan berbicara.

Seiring perkembangan penyakit, otot-otot akan mengalami penyusutan atau atrofik. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam bernapas, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih baik mengenai ALS sangat penting untuk memberikan dukungan yang tepat bagi mereka yang mengalaminya.

Penyakit Lou Gehrig juga dikenal sebagai amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) sebelumnya dikenal dengan nama penyakit Lou Gehrig. Lou Gehrig adalah seorang pemain bisbol terkenal yang aktif pada tahun 1920-an dan 1930-an, dan ia adalah salah satu individu yang terkena dampak dari penyakit ini. Setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 5.000 orang di Amerika Serikat menerima diagnosis ALS. Meskipun hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, perkembangan dalam pengobatan terus dilakukan. Dengan kombinasi pengobatan yang tepat, ada kemungkinan untuk memperlambat kemajuan penyakit serta meningkatkan kualitas hidup bagi para pasien yang mengidapnya.

Penyebab penyakit ALS

Hingga saat ini, penyebab dari amyotrophic lateral sclerosis (ALS) masih menjadi misteri bagi para peneliti. Mereka berpendapat bahwa penyakit ini muncul akibat kombinasi beberapa faktor, antara lain:

  1. Genetika. Sekitar 70% dari kasus familial dan antara 5% hingga 10% dari kasus sporadis melibatkan perubahan pada gen.
  2. Lingkungan. Paparan terhadap racun seperti timbal atau merkuri, infeksi virus, serta trauma fisik juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit ini.

"Yang peneliti ketahui adalah bahwa penyakit ini menyerang neuron motorik. Neuron ini mengatur gerakan seperti berbicara, mengunyah, menggerakkan anggota tubuh, dan bernapas," tulis Cleveland Clinic. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita ALS, di antaranya:

  1. Usia. Gejala biasanya muncul pada rentang usia antara 55 hingga 75 tahun.
  2. Ras dan etnis. Individu yang berkulit putih (non-Hispanik) memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena ALS.
  3. Jenis kelamin. Pria memiliki risiko lebih besar untuk mengalami ALS, terutama sebelum usia 55 tahun.
  4. Veteran militer mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi. Peneliti menduga ini terkait dengan paparan terhadap lingkungan berbahaya, seperti toksin atau pestisida, serta trauma fisik yang dialami.
Rekomendasi