Tekanan hidup di kota besar kini bukan lagi sekadar persoalan fisik, tetapi juga mental. Aktivitas padat, pekerjaan menuntut, dan paparan digital tanpa jeda telah mendorong meningkatnya kasus gangguan kecemasan di kalangan masyarakat urban.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 4,4 persen populasi global mengalami gangguan kecemasan.
Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023 menemukan DKI Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi depresi tertinggi—9,3 persen masyarakat menunjukkan gejala depresi dan 7,6 persen mengalami risiko kecemasan.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai “silent crisis” masyarakat modern, di mana tekanan kerja dan kehidupan digital perlahan mengikis kejernihan berpikir serta keseimbangan emosi.
Advertisement
Kesadaran Baru soal Kesehatan Mental
Kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan mental mulai tumbuh di tengah masyarakat. Beragam inisiatif publik, komunitas, dan korporasi kini mendorong masyarakat untuk kembali memperhatikan kesehatan jiwa dan gaya hidup yang lebih sadar.
Salah satunya lewat kegiatan reflektif bertajuk “A Day of Purity”, yang digagas oleh BEAR BRAND. Acara ini menghadirkan aktivitas sederhana seperti yoga, mindfulness, diskusi publik, hingga sesi refleksi diri yang dirancang untuk membantu peserta melepaskan stres dan menemukan kembali ketenangan batin.
Business Executive Officer Adult Dairy BEAR BRAND, Mirna Tri Handayani, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya stres di kalangan masyarakat perkotaan.
“Melihat fenomena ini, BEAR BRAND berkomitmen untuk terus menginspirasi masyarakat Indonesia dalam mengadopsi gaya hidup sehat yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Mirna, gaya hidup sehat tidak hanya soal konsumsi bergizi, tetapi juga tentang kesadaran diri.
Dalam sesi A Return to Purity: What Really Matters in Life, para pembicara menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk istirahat dan refleksi di tengah tekanan hidup.
Aktor Nicholas Saputra yang hadir sebagai pembicara mengatakan, menjaga kemurnian pikiran adalah cara terbaik untuk tetap seimbang.
“Bagi saya, kemurnian adalah dasar yang otentik dalam menjalani hidup. Saya rutin mengonsumsi BEAR BRAND setiap sore, dan untuk menjaga kejernihan pikiran, saya kerap beraktivitas di alam agar tetap seimbang antara tubuh, pikiran, dan jiwa,” tuturnya.
Sementara itu, penulis dan pembicara Henry Manampiring menyoroti pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi stres.
“Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar diri, tapi bisa mengatur cara kita meresponsnya. Mengelola stres dengan penuh kesadaran, memberi ruang untuk diri sendiri, dan menjalani pola hidup seimbang—termasuk konsumsi bergizi—adalah langkah sederhana untuk menjaga tubuh, pikiran, dan jiwa tetap sehat,” katanya.