11 Khasiat Ajaib Buah Pala, Ini Rahasia Rempah Nusantara untuk Kesehatan Tubuh

Buah pala tidak hanya berfungsi sebagai bumbu masakan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa.

Fitriyani Puspa Samodra
11 Khasiat Ajaib Buah Pala, Ini Rahasia Rempah Nusantara untuk Kesehatan Tubuh
Buah pala (Image by Nandhu Kumar from Pixabay) (© 2025 Liputan6.com)

Buah pala lebih dari sekadar rempah yang memberikan aroma khas pada masakan Indonesia; ia juga menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan. Di Indonesia, khususnya di daerah Maluku, pala telah menjadi komoditas yang sangat berharga selama ratusan tahun.

Selain bijinya, daging buah dan kulit aril (fuli) juga dimanfaatkan. Dalam bidang medis dan penelitian modern, buah pala semakin banyak diteliti karena kandungan aktif yang bermanfaat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pala memiliki potensi sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri, serta berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Lebih jauh lagi, ekstrak daging buah pala terbukti memiliki efek gastroprotektif yang dapat melindungi lambung dari kerusakan akibat asam berlebih. Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi pala dalam jumlah yang wajar.

Pasalnya, pala mengandung senyawa aktif yang jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan halusinasi atau gangguan kesehatan lainnya. Dengan pemakaian yang bijak, pala tidak hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga bisa menjadi sahabat kesehatan yang alami. Berikut adalah ulasan lebih lanjut mengenai manfaat buah pala dari Liputan6.com, Rabu (20/8).

1. Menjaga kesehatan lambung dan mencegah terjadinya tukak

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Azerbaijan Medical Journal (Nur et al., 2023), ekstrak daging buah pala (Myristica fragrans Houtt.) menunjukkan aktivitas gastroprotektif yang signifikan pada tikus putih yang telah diinduksi dengan acetosal.

Ekstrak ini mampu meningkatkan pH lambung, mengurangi indeks ulkus, serta memperbaiki jaringan mukosa lambung yang mengalami kerusakan. Menariknya, hasil penelitian ini setara dengan efek obat standar, yaitu omeprazole.

Kandungan flavonoid dan tannin yang terdapat dalam pala berperan penting dalam mencegah kerusakan pada dinding lambung serta mempercepat proses penyembuhan luka.

2. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minyak atsiri dari pala dikenal memiliki sifat antibakteri yang efektif dalam melawan bakteri penyebab bau mulut dan penyakit gusi, termasuk Streptococcus mutans. Oleh karena itu, pala sering dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan pasta gigi herbal dan obat kumur alami yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

3. Meningkatkan Kualitas Tidur

Penggunaan pala sebagai obat tidur alami telah dikenal luas sejak lama. Kandungan senyawa tertentu dalam pala dapat membantu menenangkan saraf dan meningkatkan kualitas tidur.

Sebuah laporan kesehatan menyatakan bahwa mengonsumsi pala dalam jumlah kecil dapat bermanfaat bagi individu yang mengalami insomnia ringan.

4. Meningkatkan Suasana Hati

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak pala berpotensi berfungsi sebagai antidepresan alami. Efek positif ini terkait dengan kandungan miristisin yang bekerja pada sistem saraf pusat, berfungsi untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi gejala depresi.

Pala memiliki kandungan antioksidan

Pala memiliki kandungan antioksidan dan senyawa linalool yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam Journal of Bioscience, ditemukan bahwa linalool efektif dalam menurunkan tekanan darah pada hewan percobaan. Selain itu, pala juga memiliki efek hipolipidemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

6. Mengontrol Kadar Gula Darah

Pala kaya akan serat dan senyawa bioaktif yang berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah. Bagi mereka yang menderita diabetes, menambahkan pala ke dalam bumbu masakan dapat menjadi alternatif alami untuk membantu mengatur kadar gula darah.

7. Mencegah Infeksi Bakteri

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan mulut, pala juga terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, yang merupakan salah satu penyebab diare dan keracunan makanan. Dengan demikian, pala dapat berfungsi sebagai agen antibakteri alami yang efektif.

8. Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Chemico-Biological Interactions, ekstrak pala memiliki sifat kemopreventif yang berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker, terutama leukemia. Meskipun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan, temuan ini memberikan harapan besar untuk penggunaan pala dalam bidang onkologi.

9. Mengatasi Diare dan Gangguan Pencernaan

Bubuk pala tidak hanya berfungsi sebagai pelindung lambung, tetapi juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi diare. Sifat antidiare yang dimiliki pala dapat membantu menenangkan usus dan mengurangi frekuensi buang air besar.

10. Meningkatkan Kesehatan Otak

Kandungan miristisin dan elemicin dalam pala diketahui dapat mendukung fungsi kognitif otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pala memiliki potensi dalam mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

11. Meredakan Nyeri

Minyak esensial pala sering dimanfaatkan sebagai balsam atau minyak pijat untuk meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri sendi, sakit otot, dan nyeri akibat asam urat. Efek hangat dan sifat anti-inflamasi dari minyak ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Puskesmas Turi Kabupaten

Menurut informasi yang diperoleh dari Puskesmas Turi Kabupaten Lamongan (2023), buah pala memiliki kandungan nutrisi yang sangat beragam dan penting bagi kesehatan. Di antara nutrisi tersebut adalah:

  1. Vitamin A & Vitamin C: berfungsi untuk meningkatkan kesehatan mata serta memperkuat sistem imun.
  2. Vitamin E: berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh.
  3. Mangan, Magnesium, dan Tembaga: elemen-elemen ini sangat diperlukan untuk proses metabolisme tubuh.
  4. Fosfor, Seng, dan Besi: berkontribusi dalam pembentukan tulang, hormon, dan sel darah merah.
  5. Serat: membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan agar tetap optimal.

Dalam satu sendok teh bubuk pala yang setara dengan sekitar 2 gram, terkandung sekitar 12 kalori, 1 gram lemak, serta sejumlah kecil karbohidrat dan gula alami. Selain itu, pala juga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tannin, alkaloid, terpenoid, dan minyak atsiri (myristicin, elemicin, dan safrol) yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, terutama dalam melawan radikal bebas dan infeksi.

Apakah mengonsumsi pala dalam jumlah berlebihan berisiko?

1. Apakah mengonsumsi pala dalam jumlah berlebihan berisiko?

Ya, mengonsumsi pala secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti halusinasi, mual, pusing, serta gangguan pada sistem saraf. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah yang dikonsumsi agar tetap aman.

2. Bagaimana cara yang aman untuk mengonsumsi pala?

Disarankan untuk menggunakan pala secukupnya sebagai bumbu dalam masakan atau dalam ramuan herbal. Penggunaan dosis kecil, seperti setengah sendok teh bubuk pala per hari, dianggap aman untuk kesehatan.

3. Apakah pala aman digunakan untuk anak-anak?

Pala dapat digunakan sebagai bumbu dalam jumlah kecil pada makanan anak-anak. Namun, sebaiknya hindari pemberian ekstrak atau minyak esensial pala dalam dosis tinggi untuk menjaga kesehatan mereka.

4. Apakah manfaat pala sudah terbukti secara ilmiah?

Ya, banyak penelitian yang menunjukkan manfaat pala, terutama dalam hal sifat antibakteri, antiinflamasi, dan gastroprotektif. Meskipun demikian, penelitian klinis yang melibatkan manusia masih terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

5. Bagaimana cara menyimpan pala agar tetap awet?

Untuk menyimpan biji pala utuh, letakkan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering. Sementara itu, bubuk pala sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat agar aroma dan kualitasnya tetap terjaga.

Sumber Rujukan:

  1. Nur, A., Fiskia, E., Rahman, I., & Sapsuha, Y. (2023). Gastroprotective Activity of Nutmeg Flesh Extract (Myristica Fragrans Houtt.) on Acetosal-Induced White Rats. Azerbaijan Medical Journal, Vol. 63(2). ISSN: 0005-2523.
  2. Puskesmas Turi Kabupaten Lamongan. Seri TOGA -- Buah Pala. puskesmas-turi.lamongankab.go.id.
  3. Oxford Reference. Nutmeg Fruit (Myristica fragrans). www.oxfordreference.com.
  4. UGM Community Service Report. UGM Students Assist Nutmeg Processing Innovation in North Halmahera. ugm.ac.id.
  5. Journal of Bioscience and Bioengineering. Antibacterial and Blood Pressure Lowering Effects of Nutmeg.
Rekomendasi