Gigi Kuning Bikin Malu Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat secara perlahan mengurangi kilau alami gigi.

Adinda Retno Aryani
Oleh Adinda Retno Aryani - Reporter
Gigi Kuning Bikin Malu Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah
ilustrasi perbedaan warna gigi normal dan gigi kuning/copyright freepik.com/jannoon028 (© 2025 Liputan6.com)

Seiring dengan bertambahnya usia, warna gigi sering kali mengalami perubahan, menjadi lebih kusam atau bahkan kekuningan. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, perubahan ini terjadi karena lapisan enamel yang menipis sehingga lapisan dentin yang berwarna kuning di bawahnya menjadi terlihat.

Ketika lapisan dentin tersebut terbuka, gigi akan tampak lebih kuning. Dilansir dari Prevention, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat mempercepat perubahan warna gigi. Kebiasaan tersebut meliputi pola makan, jenis minuman yang dikonsumsi, serta perawatan mulut yang salah, yang justru dapat merusak enamel gigi.

1. Terlalu Sering Berkumur dengan Obat Kumur

Banyak produk obat kumur yang dijual di pasaran memiliki sifat yang sangat asam.

"Penggunaan obat kumur yang berlebihan dapat merusak enamel gigi yang sangat berharga," ungkap Harold Katz, D.D.S., pendiri The California Breath Clinics. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Oral Science menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur selama 12 jam dapat berdampak negatif pada enamel dan menyebabkan perubahan warna gigi. Oleh karena itu, untuk menjaga kesegaran napas, dr. Katz merekomendasikan agar mengganti kebiasaan ini dengan menyikat gigi lebih sering dan melakukan pembersihan gigi rutin atau scaling di dokter gigi.

Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam

Gigi Kuning Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah
ilustrasi perbedaan warna gigi normal dan gigi kuning/copyright freepik.com/jannoon028 © 2025 Liputan6.com

Asam yang terkandung dalam makanan dan minuman dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi, mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh obat kumur asam.

"Beberapa contoh terburuk bagi gigi, termasuk buah sitrus, jus, tomat, nanas, cuka, minuman bersoda, minuman olahraga tertentu, dan saus salad berbahan dasar cuka," kata dr. Katz.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Oral Health menunjukkan bahwa minuman asam dapat memiliki dampak erosif pada gigi. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa semua jenis makanan atau minuman asam harus dihindari, terutama yang memiliki manfaat kesehatan.

Dr. Katz merekomendasikan untuk selalu meminum air putih setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Kebiasaan ini tidak hanya membantu mengurangi kerusakan enamel, tetapi juga dapat mengurangi noda yang ditinggalkan oleh makanan dan minuman pekat seperti blueberry, teh hitam, dan anggur merah.

Dengan cara ini, kita dapat tetap menikmati berbagai jenis makanan dan minuman tanpa harus khawatir akan dampak negatif terhadap kesehatan gigi kita.

Sering sekali menikmati kopi

Gigi Kuning Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah
ilustrasi perbedaan warna gigi normal dan gigi kuning/copyright freepik.com/jannoon028 © 2025 Liputan6.com

Kopi memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk kandungan antioksidan yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan berpotensi memperpanjang umur. Namun, di sisi lain, Katia Friedman, D.D.S., pendiri Friedman Dental Group, mengungkapkan bahwa kopi juga dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya noda pada gigi.

"Menyeruput dua atau tiga cangkir kopi setiap hari membuat enamel gigi terus-menerus terpapar zat pewarna," ujarnya. Enamel yang bersifat berpori memungkinkan noda untuk menetap jika tidak segera diatasi.

Dr. Friedman menambahkan bahwa bukan hanya jumlah kopi yang menjadi masalah, tetapi juga cara kita meminumnya. Mengonsumsi kopi dengan cepat atau menggunakan sedotan yang diarahkan ke belakang gigi dapat mengurangi waktu kontak antara zat pewarna dan enamel. Penelitian yang dipublikasikan di Italian Journal of Food Science juga memperingatkan bahwa kopi hitam dapat memberikan efek noda yang serupa pada gigi.

Zat kimia dalam rokok

WHO: Jumlah Perokok di Asia Tenggara Alami Penurunan
Ilustrasi asap rokok mengandung nikotin yang picu gangguan pendengaran pada bayi Foto: Pexels Pixabay. © 2025 Liputan6.com

Menurut dr. Friedman, "zat kimia dalam rokok dan tembakau pipa menempel pada enamel dan menimbulkan noda permanen." Seiring berjalannya waktu, kebiasaan merokok ini dapat menyebabkan perubahan warna gigi yang semakin jelas.

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa merokok berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mulut, termasuk penyakit gusi, gigi berlubang, dan gusi berdarah.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat membuat gigi terlihat lebih putih dan lebih kuat.

Mengabaikan rekomendasi dari dokter

Gigi Kuning Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah
ilustrasi perbedaan warna gigi normal dan gigi kuning/copyright freepik.com/jannoon028 © 2025 Liputan6.com

Menurut survei yang dilakukan oleh CDC dan American Dental Association, hanya sekitar 30-40% orang dewasa yang melakukan flossing setiap hari. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah gigi menjadi kuning. Dr. Friedman menjelaskan bahwa ketidakcocokan dalam rutinitas menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dapat menyebabkan penumpukan plak pada enamel. Penumpukan tersebut dapat mengikis lapisan pelindung gigi, sehingga membuat gigi terlihat kuning akibat lapisan bakteri yang menempel.

Dr. Friedman menekankan pentingnya melakukan perawatan rutin di rumah, yang diimbangi dengan pembersihan profesional setidaknya sekali dalam setahun, untuk menjaga kecerahan gigi.

"Perawatan rutin di rumah yang dilengkapi dengan pembersihan profesional minimal sekali setahun untuk menjaga gigi tetap cerah," kata dr. Friedman. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat menjaga kesehatan gigi dan mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Menggosok gigi dengan tekanan yang berlebihan

Gigi Kuning Bukan Cuma karena Kopi, Ini 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Senyum Kurang Cerah
ilustrasi perbedaan warna gigi normal dan gigi kuning/copyright freepik.com/jannoon028 © 2025 Liputan6.com

Seorang prostodontis yang berpraktik di Manhattan, Mazen Natour, D.M.D., menjelaskan bahwa menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu tinggi tidak menjamin kebersihan yang lebih baik. Jika pasta gigi yang digunakan mengandung bahan abrasif dan tidak memiliki persetujuan dari American Dental Association, risiko kerusakan pada enamel gigi akan meningkat.

"Menyikat gigi terlalu keras dan sering akan merusak lapisan enamel sehingga menjadi tipis dan mengekspos dentin yang berwarna kuning," ungkapnya.

Apabila gigi sudah terlanjur menguning, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi guna mendapatkan perawatan pemutihan profesional serta saran mengenai perubahan kebiasaan yang perlu dilakukan.

Rekomendasi