Sangat Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai Segala Umur Termasuk Anak

Kolesterol tinggi dapat menyerang anak-anak tanpa menunjukkan gejala.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Sangat Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai Segala Umur Termasuk Anak
Kolesterol terdiri dari tiga jenis yaitu kolesterol jahat, kolesterol baik, dan trigliserida. Kadar kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung (Foto: Unsplash.com/Robina Weermeijer) (© 2025 Liputan6.com)

Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi merupakan suatu kondisi medis yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya, namun dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan pada pembuluh darah. Siapa pun dapat mengalami kondisi ini, termasuk anak-anak, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau faktor risiko lainnya. Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak dalam darah terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan pembentukan plak di arteri, menghalangi aliran darah, dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, mengenali cara untuk mengidentifikasi ciri-cirinya sangatlah penting agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Sesuai dengan informasi dari Cleveland Clinic, kolesterol dibagi menjadi dua jenis utama: kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat atau LDL cenderung menumpuk di dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pembentukan plak dan mengganggu aliran darah. Di sisi lain, kolesterol baik atau HDL berfungsi untuk membawa kolesterol kembali ke hati agar dapat dibuang dari tubuh. Maka dari itu, sangat penting bagi setiap individu, termasuk anak-anak, untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin, terutama jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai ciri-ciri kolesterol tinggi dan langkah-langkah pencegahannya.

Segera mengenali tanda-tanda kolesterol tinggi sangatlah penting, meskipun banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami masalah ini hingga kondisinya menjadi parah. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai tanda-tanda kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai serta cara untuk menurunkannya, seperti yang dirangkum oleh merdeka.com pada hari Sabtu (29/3).

Mengapa Kolesterol Tinggi Berbahaya untuk Kesehatan?

Masalah kolesterol tinggi menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Proses ini secara bertahap akan mempersempit dan mengeraskan arteri, sehingga menghambat aliran darah ke organ-organ vital seperti jantung dan otak. Jika tidak ditangani, kolesterol tinggi dapat berujung pada berbagai penyakit jantung, stroke, dan bahkan kematian.

Penumpukan plak ini tidak terjadi secara mendadak; biasanya, proses ini berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak individu baru menyadari mereka memiliki kolesterol tinggi setelah mengalami serangan jantung atau stroke. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada orang dewasa, melainkan juga dapat terjadi pada anak-anak yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau pola makan yang tidak sehat. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol sejak usia dini guna mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.

Kolesterol tinggi sering kali dijuluki "silent killer" karena tidak menunjukkan gejala hingga dampaknya sudah cukup parah. Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk memeriksakan kadar kolesterol secara berkala agar bisa segera ditangani.

"Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala apa pun bagi kebanyakan orang. Anda mungkin seorang pelari maraton dan memiliki kolesterol tinggi. Anda tidak akan mulai merasakan gejala apa pun hingga kolesterol tinggi menyebabkan masalah lain dalam tubuh Anda." tulis my.clevelandclinic.org.

Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Kadar kolesterol yang tinggi umumnya tidak menunjukkan gejala secara langsung. Namun, terdapat beberapa indikasi yang bisa muncul ketika kolesterol mulai berdampak pada kesehatan tubuh. Beberapa tanda tersebut antara lain:

  1. Nyeri di bagian dada (angina).
  2. Kesulitan bernapas, serta rasa lelah yang berlebihan.
  3. Selain itu, jika kadar kolesterol jahat (LDL) sangat tinggi, seseorang dapat mengalami masalah dalam sirkulasi darah, yang dapat berujung pada gangguan di tangan atau kaki. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit arteri perifer (PAD), dengan gejala seperti nyeri atau kram pada kaki saat berjalan atau bergerak.

Apabila pembuluh darah terhambat oleh plak, aliran darah yang lancar menuju jantung dan otak dapat terganggu, sehingga berpotensi memicu terjadinya serangan jantung atau stroke. Gejala-gejala ini biasanya muncul setelah aterosklerosis berkembang cukup parah.

Meskipun kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mendeteksi kadar kolesterol yang berisiko. Dengan cara ini, pengobatan atau perubahan gaya hidup dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi pada Anak-anak

Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi, Wajib Diwaspadai Termasuk Anak-Anak
Kolesterol terdiri dari tiga jenis yaitu kolesterol jahat, kolesterol baik, dan trigliserida. Kadar kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung (Foto: Unsplash.com/Robina Weermeijer) © 2025 Liputan6.com

Kondisi kolesterol tinggi sering kali dianggap sebagai masalah yang hanya dihadapi oleh orang dewasa. Namun, kenyataannya, anak-anak juga dapat mengalami masalah ini. Beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi anak-anak termasuk adanya riwayat keluarga yang memiliki kolesterol tinggi atau penyakit jantung. Selain itu, pola makan yang tidak sehat juga berkontribusi terhadap masalah ini. Makanan yang kaya akan lemak jenuh dan trans, seperti makanan cepat saji serta camilan olahan, dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh anak. Selain itu, anak-anak yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes tipe 2, dapat lebih rentan terhadap kolesterol tinggi, yang berdampak pada kadar kolesterol dalam darah mereka.

Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol tinggi untuk mulai melakukan pemeriksaan kolesterol sejak usia sembilan tahun dan melanjutkannya setiap lima tahun sekali. Pengendalian pola makan yang sehat dan penerapan gaya hidup yang baik sejak dini merupakan langkah preventif yang krusial untuk mencegah kolesterol tinggi pada anak-anak. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung di masa depan.

"Periksakan kolesterol Anda setiap lima tahun mulai usia sembilan tahun. Anak yang orang tuanya memiliki kolesterol tinggi atau riwayat masalah jantung mungkin akan mulai memeriksanya lebih awal." tulis laman tersebut lagi.

Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi adalah hal yang sangat mungkin dilakukan. Berikut adalah beberapa metode yang dapat diterapkan:

  1. Perubahan gaya hidup yang sehat dapat membantu menurunkan kolesterol, seperti memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  2. Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan trans serta meningkatkan asupan serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian juga sangat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  3. Olahraga memiliki peran yang signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur, seperti berjalan, berlari, atau berenang, dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Dalam beberapa situasi, jika perubahan gaya hidup tidak memadai, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk membantu mengurangi kolesterol.

Dengan menerapkan perubahan gaya hidup yang tepat dan melakukan pemantauan secara rutin, kolesterol tinggi dapat dikelola dengan baik, sehingga risiko penyakit yang berkaitan dapat diminimalkan.

Pentingnya Pemeriksaan Kolesterol Rutin untuk Semua Usia

Kolesterol tinggi bisa muncul sejak masa anak-anak dan sering kali tanpa menunjukkan gejala. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak yang berusia 9 tahun ke atas dan memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung disarankan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala.

Selain itu, orang dewasa di bawah 45 tahun juga sebaiknya menjalani pemeriksaan setiap lima tahun, sedangkan mereka yang berisiko tinggi atau berusia di atas 45 tahun perlu diperiksa lebih sering. Mengetahui kadar kolesterol sejak dini sangat penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk mencegah penyakit yang lebih serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai metode terbaik untuk memeriksa dan mengelola kadar kolesterol.

"Untuk pria, periksakan kolesterol Anda setiap lima tahun hingga usia 45 tahun. Dari usia 45 hingga 65 tahun, periksakan setiap satu hingga dua tahun. Setelah usia 65 tahun, periksakan setiap tahun. Sedangkan wanita, bisa melakukan pemeriksaan setiap lima tahun hingga usia 55 tahun. Dari usia 55 hingga 65 tahun, lakukan pemeriksaan setiap satu hingga dua tahun. Setelah usia 65 tahun, lakukan pemeriksaan setiap tahun."

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik:

Apa yang dimaksud dengan kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak dalam darah terlalu banyak, yang dapat membentuk plak di arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Apa ciri-ciri kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala langsung, namun dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, atau kram pada kaki saat berjalan jika sudah parah.

Apakah kolesterol tinggi bisa terjadi pada anak-anak?

Ya, anak-anak bisa mengalami kolesterol tinggi, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau pola makan yang buruk.

Bagaimana cara menurunkan kolesterol tinggi

Menurunkan kolesterol dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, menghindari merokok, dan dalam beberapa kasus, dengan obat-obatan.

Kapan saya harus memeriksakan kolesterol saya

Pemeriksaan kolesterol harus dilakukan mulai usia 9 tahun untuk anak-anak yang berisiko, dan setiap lima tahun sekali untuk orang dewasa di bawah usia 45 tahun.

Rekomendasi