Usai Melahirkan, Kok Menstruasi Tidak Teratur? Ini Jawaban Medisnya!

Mengenali penyebab menstruasi yang tidak teratur, mengenali kondisi tubuh. Ini alasan menstruasi tidak teratur setelah melahirkan dan cara mengatasinya!

adinda nur shyavira
Oleh adinda nur shyavira - Reporter
Usai Melahirkan, Kok Menstruasi Tidak Teratur? Ini Jawaban Medisnya!
Usai Melahirkan, Kok Menstruasi Tidak Teratur? Ini Jawaban Medisnya! (Merdeka.com)

Menstruasi setelah melahirkan bisa berbeda bagi setiap wanita. Jika menyusui, haid mungkin akan kembali lebih lambat. Jika tidak menyusui, haid bisa kembali lebih cepat tetapi dengan pola yang tidak menentu. 

Perubahan siklus menstruasi ini normal, namun penting untuk tetap memantau kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan dokter jika ada hal yang tidak wajar. Hal ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan berikutnya atau hanya ingin memahami kondisi tubuh mereka lebih baik. 

Mengapa menstruasi tidak teratur setelah melahirkan? Apakah ini normal? Berapa lama siklus akan kembali seperti semula? Simak penjelasan medisnya di bawah ini.

1. Perubahan Hormon dan Menyusui

Selama kehamilan, tubuh mengalami lonjakan hormon estrogen dan progesteron untuk mendukung pertumbuhan janin. Setelah melahirkan, kadar hormon ini menurun drastis, menyebabkan tubuh membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi normal.

  1. Studi dalam jurnal Cureus menunjukkan bahwa ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron pascapersalinan dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak stabil.
  2. Jika ibu menyusui, hormon prolaktin yang bertanggung jawab untuk produksi ASI dapat menghambat ovulasi, yang berarti menstruasi bisa tertunda atau menjadi tidak teratur selama berbulan-bulan.
  3. Bahkan bagi ibu yang tidak menyusui, tubuh tetap membutuhkan beberapa siklus sebelum menstruasi kembali stabil.

2. Stres dan Kurang Tidur

Ilustrasi Seseorang Stress
Ilustrasi Seseorang Stress Pexels/Engin Akyurt

Masa pasca-melahirkan adalah periode yang penuh dengan tantangan fisik dan emosional. Kurang tidur, stres karena mengurus bayi, serta pemulihan tubuh setelah persalinan dapat berdampak langsung pada keseimbangan hormon reproduksi.

  1. Studi dalam International Journal of Psychophysiology menemukan bahwa kadar hormon stres (kortisol) yang tinggi dapat mengganggu ovulasi dan memperpanjang ketidakteraturan siklus menstruasi.
  2. Stres juga dapat mempengaruhi hipotalamus, bagian otak yang mengontrol produksi hormon reproduksi, sehingga menyebabkan menstruasi yang tidak teratur atau bahkan terhenti sementara.

3. Pemulihan Rahim dan Perdarahan Pascapersalinan

Setelah melahirkan, rahim membutuhkan waktu untuk kembali ke ukuran normalnya. Proses ini juga disertai dengan perdarahan pascapersalinan yang dikenal sebagai lokia, yang sering kali disalahartikan sebagai menstruasi.

  1. Lokia terjadi selama beberapa minggu setelah melahirkan dan bukan merupakan siklus menstruasi biasa.
  2. Jika rahim tidak pulih sepenuhnya atau terdapat sisa jaringan plasenta, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur dalam jangka waktu lebih lama.

4. Gangguan Nutrisi dan Berat Badan

Ilustrasi Berat Badan Turun
Ilustrasi Berat Badan Turun Pexels/SHVETS production

Kehamilan dan persalinan menguras banyak nutrisi dalam tubuh. Jika ibu tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup, ini bisa berpengaruh pada keseimbangan hormon.

  1. Kekurangan zat besi, kalsium, dan vitamin D dapat mengganggu produksi hormon yang mengatur siklus menstruasi.
  2. Penurunan berat badan yang drastis atau kenaikan berat badan yang signifikan setelah melahirkan juga bisa memperburuk ketidakteraturan menstruasi.

5. Gangguan Medis yang Mendasari

Dalam beberapa kasus, menstruasi yang tidak teratur setelah kehamilan dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan gangguan ovulasi.
  2. Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme, yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
  3. Diabetes atau resistensi insulin, yang dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon reproduksi.
  4. Tiroiditis pascapersalinan, yaitu peradangan pada kelenjar tiroid setelah melahirkan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

Cara Mengatasi Menstruasi Tidak Teratur Pascamelahirkan

Di samping itu, terdapat beberapa langkah cara untuk menormalkan kembali siklus menstruasi setelah melahirkan:

1. Perbaiki Pola Makan

Pastikan mengonsumsi makanan kaya zat besi, kalsium, dan vitamin D untuk membantu menyeimbangkan hormon.

2.Tetap Terhidrasi dan Berolahraga Ringan

Olahraga seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan ringan bisa membantu tubuh kembali bugar dan menstabilkan hormon.

3.Kelola Stres dengan Baik

Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, latihan pernapasan, atau terapi pijat untuk mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan hormon.

4.Tidur yang Cukup

Kurang tidur bisa memperburuk ketidakseimbangan hormon. Usahakan mengikuti pola tidur bayi Anda agar mendapatkan istirahat yang cukup.

5.Jika Menyusui, Bersabarlah

Menstruasi bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal jika ibu masih menyusui. Penyapihan bertahap dapat membantu mempercepat kembalinya siklus menstruasi.

6.Periksakan Diri ke Dokter

Jika menstruasi tetap tidak teratur dalam jangka panjang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Ilustrasi Seseorang Menstruasi
Ilustrasi Seseorang Menstruasi Pexels/Sora Shimazaki

Jika menstruasi tetap tidak teratur dalam jangka panjang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasarinya. Sebab meskipun menstruasi tidak teratur setelah melahirkan adalah kondisi umum, ada beberapa tanda yang mengharuskan ibu untuk segera mencari bantuan medis.

Beberapa tanda tersebut antara lain seperti: Menstruasi tetap tidak teratur lebih dari beberapa bulan setelah berhenti menyusui, aliran menstruasi sangat deras atau berlangsung lebih dari tujuh hari, nyeri haid yang berlebihan disertai kram yang parah, menstruasi tiba-tiba berhenti dalam jangka waktu lama tanpa alasan yang jelas, muncul gejala ketidakseimbangan hormon.

Rekomendasi