3 Manfaat Utama Olahraga untuk Penderita Diabetes

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik berperan penting dalam membantu otak mengatur kadar gula darah.

Bella Zoditama
Oleh Bella Zoditama - Reporter
3 Manfaat Utama Olahraga untuk Penderita Diabetes
Olahraga ringan bisa dilakukan oleh ibu pasca melahirkan, berikut 3 rekomendasinya (Foto: Unsplash.com/Jonathan Borba) (© 2025 Liputan6.com)

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan Anda. Ini juga termasuk dalam pengelolaan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes. Namun, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana olahraga dapat berkontribusi terhadap pengelolaan diabetes? Menurut informasi yang dilansir dari Health Shots pada Jumat (7/3/2025), sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Aging Cell mengungkapkan bahwa aktivitas fisik memengaruhi respons sel-sel otak atau neuron terhadap insulin, hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah serta mengurangi protein berbahaya yang berhubungan dengan peradangan otak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak manfaat kognitif yang dapat diperoleh dari olahraga. Salah satu keuntungan utama adalah bahwa olahraga yang dilakukan secara rutin dapat merangsang proses di otak yang berhubungan dengan fungsi insulin. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa melaksanakan olahraga untuk diabetes selama periode dua minggu dapat memberikan dampak positif. Dalam studi tersebut, 21 orang dewasa yang lebih tua dengan diagnosis pradiabetes mengikuti sesi olahraga yang diawasi selama 60 menit setiap hari selama dua minggu. Hasilnya, terlihat bahwa dua minggu berolahraga ini mengubah cara neuron merespons insulin setelah mengonsumsi glukosa.

Olahraga tersebut juga berperan dalam menurunkan kadar pro-BNDF (pro-brain-derived neurotrophic factor) di antara individu dewasa dengan pradiabetes. Pro-BNDF adalah protein yang berperan penting dalam pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan fungsi sel-sel otak. Kadar pro-BDNF yang tinggi dapat berisiko karena sering kali dikaitkan dengan peradangan dan kerusakan pada jaringan otak. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai manfaat lain dari olahraga yang dapat kita peroleh, dilansir Merdeka.com, Senin(10/3/2025).

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas olahraga memberikan manfaat signifikan bagi individu yang menderita diabetes. Dengan berolahraga, otak dapat mengatur kadar gula darah dengan lebih efisien. "Aktivitas fisik meningkatkan respons otak terhadap insulin, yang membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes.

Olahraga juga meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif, dan menurunkan risiko demensia," jelas pakar pengobatan rehabilitasi Dr. Aravind P R. Selain itu, menjaga diri tetap aktif juga berkontribusi dalam pengelolaan stres dan pengendalian berat badan, yang keduanya sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dalam batas yang sehat.

Melakukan olahraga secara teratur, bahkan aktivitas yang tampak sederhana seperti berjalan kaki atau jogging, dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan otak serta kesejahteraan secara keseluruhan. Dengan demikian, penting bagi penderita diabetes untuk mengintegrasikan aktivitas fisik dalam rutinitas harian mereka.

Hal ini tidak hanya membantu dalam pengendalian kadar gula darah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup secara umum. Dengan demikian, olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk mendukung kesehatan bagi mereka yang menghadapi tantangan diabetes.

Manfaat Olahraga untuk Diabetes

Berolahraga memiliki banyak keuntungan bagi penderita diabetes. Berikut adalah beberapa alasan mengapa aktivitas fisik dapat membantu dalam pengelolaan kadar gula darah:

1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin. Ini memungkinkan sel-sel tubuh untuk lebih efisien dalam menyerap dan menggunakan glukosa.

Selain itu, olahraga juga merangsang pelepasan protein dan zat kimia dari otak yang mendukung fungsi insulin, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya diabetes serta komplikasi yang menyertainya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open Sport & Exercise Medicine menunjukkan bahwa latihan selama tujuh puluh menit dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 35% pada peserta penelitian.

2. Meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan

Olahraga memiliki manfaat yang signifikan bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan kemampuan otak dalam melawan penyakit dengan cara meningkatkan aliran darah. Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam mengurangi peradangan serta merangsang pembentukan sel-sel otak baru. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinica Chimica Acta menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan risiko kadar biomarker inflamasi.

3. Mengurangi stres

Selain itu, olahraga untuk diabetes efektif karena dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, yang berpotensi mengganggu fungsi otak. Ketika tingkat stres meningkat, hal ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Dengan berolahraga secara teratur, Anda dapat mencegah penurunan kognitif, mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, serta mengatasi gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dengan cara ini, olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan, tetapi juga melindungi Anda dari berbagai penyakit, termasuk diabetes, sehingga mendukung fungsi kognitif dan kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi