Hati-Hati! Konsumsi Ikan Asin dengan Nasi Panas Bisa Picu Kanker Nasofaring

Risiko kanker nasofaring akibat konsumsi ikan asin dengan nasi panas dan imbauan untuk mengurangi kebiasaannya.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Hati-Hati! Konsumsi Ikan Asin dengan Nasi Panas Bisa Picu Kanker Nasofaring
Cara Mudah Kurangi Asin pada Ikan Asin, Dijamin Praktis dan Ampuh (@ 2024 merdeka.com)
Cara Mudah Mengurangi Rasa Asin Pada Ikan Asin
short desc @ 2023 merdeka.com

Ikan asin merupakan makanan yang digemari banyak orang karena cita rasanya yang khas dan harganya yang terjangkau. Terlebih lagi, ketika disantap bersama nasi panas, sensasi gurihnya semakin menggugah selera. Namun, di balik kenikmatannya, ikan asin menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, salah satunya adalah risiko kanker nasofaring.

Belakangan ini, media sosial, khususnya platform X, ramai membicarakan kaitan antara konsumsi ikan asin dan kanker nasofaring. Dilansir dari Liputan6, disebutkan bahwa mayoritas pasien kanker nasofaring di sebuah rumah sakit memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan asin. Hal ini menimbulkan pertanyaan: benarkah kebiasaan makan ikan asin dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring?

Ikan Asin dan Kandungan Nitrosamin

Dokter penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, Profesor Aru Wisaksono Sudoyo, mengungkapkan bahwa ikan asin mengandung senyawa nitrosamin, yang merupakan zat karsinogenik atau pemicu kanker.

"Di ikan asin itu ada bahan yang mengandung kanker," kata Aru.

Nitrosamin adalah senyawa berbahaya yang terbentuk dalam makanan yang diawetkan dengan nitrit. Nitrit sendiri merupakan bahan pengawet yang sering digunakan dalam proses pengawetan daging dan produk olahan lainnya. Senyawa ini dapat menyebabkan perubahan sel dalam tubuh yang berujung pada pertumbuhan sel kanker, termasuk di area nasofaring.

Bahaya Konsumsi Ikan Asin dengan Nasi Panas

Nasi Putih Panas. (foto: Pinterest/Karya AQJ Channel).
Nasi Putih Panas. (foto: Pinterest/Karya AQJ Channel). @ 2024 merdeka.com

Kebiasaan makan ikan asin dengan nasi panas juga dapat memperburuk risiko kanker nasofaring. Uap yang dihasilkan dari nasi panas dan ikan asin yang baru disajikan dapat membawa partikel berbahaya langsung ke area hidung dan saluran pernapasan bagian atas. Hal ini dapat meningkatkan paparan terhadap zat karsinogenik, yang dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan mutasi sel dan memicu pertumbuhan kanker.

"Kebiasaan makan ikan asin dengan nasi panas ini memicu kanker nasofaring," ujar Aru saat ditemui dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta pada Rabu, 20 Februari 2025.

Fenomena tingginya kasus kanker nasofaring akibat konsumsi ikan asin tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara lain seperti Malaysia dan wilayah Cina bagian Selatan, yang juga memiliki budaya konsumsi ikan asin tinggi, turut mencatat angka kasus kanker nasofaring yang signifikan. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada hubungan erat antara konsumsi ikan asin dan kanker nasofaring.

Apakah Berarti Tidak Boleh Makan Ikan Asin?

Meskipun ikan asin merupakan bagian dari kuliner tradisional yang sulit dihindari, para ahli menyarankan agar konsumsinya dikurangi. Profesor Aru menegaskan bahwa semakin sedikit seseorang mengonsumsi ikan asin, semakin kecil pula risiko terkena kanker nasofaring.

"Kita sebaiknya mengurangi ikan asin," lanjut Aru.

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan segar yang kaya akan nutrisi, seperti ikan segar, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang mengandung antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menangkal efek buruk dari zat karsinogenik dalam tubuh.

Kenali Gejala Kanker Nasofaring

kanker nasofaring
kanker nasofaring (ilustrasi oleh AI) @ 2025 merdeka.com

Kanker nasofaring sering kali sulit terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan penyakit ringan seperti flu atau sinusitis. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Hidung tersumbat yang tidak kunjung sembuh
  2. Mimisan tanpa sebab yang jelas
  3. Gangguan pendengaran atau telinga berdenging (tinnitus)
  4. Benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Sakit kepala yang berulang

Jika mengalami gejala-gejala tersebut dalam waktu yang lama, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Pencegahan dan Gaya Hidup Sehat

Selain mengurangi konsumsi ikan asin, ada beberapa langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker nasofaring:

  1. Menghindari makanan yang diawetkan – Selain ikan asin, makanan lain yang diawetkan dengan nitrit, seperti daging olahan, juga dapat meningkatkan risiko kanker.
  2. Mengonsumsi makanan sehat – Makanan yang kaya akan antioksidan, seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan teh hijau, dapat membantu melawan efek buruk radikal bebas.
  3. Menghindari paparan asap rokok – Rokok mengandung banyak zat karsinogenik yang bisa memperburuk risiko terkena kanker nasofaring.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan – Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang berhubungan dengan kanker nasofaring dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri.
  5. Memeriksakan diri secara berkala – Jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker nasofaring, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Meskipun ikan asin merupakan makanan yang populer, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, terutama jika dikombinasikan dengan nasi panas. Kandungan nitrosamin dalam ikan asin serta paparan uap panas dapat berkontribusi terhadap perkembangan sel kanker di area nasofaring. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi konsumsi ikan asin dan beralih ke pola makan yang lebih sehat.

Kewaspadaan dan kesadaran akan risiko kesehatan ini sangat penting, agar kita dapat menikmati makanan dengan lebih bijak tanpa mengorbankan kesehatan. Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan asin secara rutin, mulailah mempertimbangkan alternatif yang lebih sehat untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Rekomendasi