Berhenti merokok merupakan sebuah hal yang mungkin menjadi resolusi banyak orang pada tahun 2020 ini. Namun, berhenti merokok tampaknya bakal sulit diwujudkan pada tahun ini terutama pada kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini.
Dilansir dari Medical Xpress, diketahui bahwa kondisi kesepian yang dialami seseorang bisa membuatnya sulit untuk berhenti merokok. Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Bristol ini telah diterbitkan pada jurnal Addiction.
Berdasar metode penelitian khusus yang digunakan, peneliti mengungkap bahwa kesepian ternyata bisa membuat seseorang lebih rentan merokok. Hal ini berdasar genetika dan data survei dari ratusan ribu orang.
"Metode ini belum pernah diterapkan pada pertanyaan ini sebelumnya sehingga hasil temuannya cukup baru dan juga tentatif. Kami menemukan bukti yang menyatakan bahwa kesepian berdampak meningkatnya kebiasaan merokok, mulainya seseorang untuk merokok, merokok lebih banyak, serta lebih sulit berhenti," terang peneliti Dr. Robyn Wootton.
Advertisement
Terdapat bukti yang mengungkap bahwa semakin kesepian bisa meningkatkan kemungkinan seseorang merokok, banyaknya merokok setiap hari, serta kemungkinan berhasilnya berhenti merokok. Penelitian bahkan mengungkap bahwa terdapat peningkatan kebiasaan merokok di masa pandemi ini.
"Hasil temuan yang mengungkap bahwa merokok juga bisa berujung kesepian lebih besar juga tentatif, namun hal ini sejalan dengan penelitian lain yang mengidentifikasi merokok sebagai faktor risiko kesehatan mental yang buruk. Mekanisme potensial dari hubungan ini adalah bahwa nikotin dari rokok menghalau neurotransmitter seperti dopamin di otak," terang peneliti senior Dr. Jorien Treur.
Hasil temuan ini bisa menjadi perhatian bagi perokok yang sedang berada dalam kondisi kesepian saat ini. Meningkatkan kondisi mental mereka serta mencegah kesepian bisa menjadi cara untuk mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok.